Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Pacu Produksi Komoditas Ubi Jalar

📅 Rabu, 03 Jul 2024, 08:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Pacu Produksi Komoditas Ubi Jalar Doc: istimewa

CIREBON - Direktorat Jenderal (Ditjen) Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung petani meningkatkan penjualan ubi jalar di pasar dalam negeri. Sebab, komoditas ini memiliki nilai ekonomi tinggi.

Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan Kementan Suwandi di Cirebon, Jawa Barat, Selasa (2/7), mengatakan dukungan ini diberikan melalui program diversifikasi pangan lokal yang fokus utamanya mengajak masyarakat untuk mengkonsumsi ubi jalar dan berbagai produk olahannya.

Program semacam ini, kata dia, bisa membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani ubi jalar untuk menjual hasil panen ke beberapa daerah.

"Konsumsi pangan lokal yang seperti ini luar biasa, khususnya ubi jalar. Kita upayakan agar masyarakat mencintai produk dalam negeri seperti komoditas ini," ujar dia.

Selain itu, pihaknya berupaya mengoptimalkan produksi ubi jalar dengan memberikan pelatihan teknis kepada petani. Kemudian memastikan standar kualitas hasil panen komoditas ini dapat memenuhi kebutuhan pasar.

Suwandi menyebutkan dengan skema tersebut, para petani dapat menikmati harga jual ubi jalar yang lebih baik dan pendapatan mereka selalu stabil. Dia menekankan program tersebut juga bertujuan guna mendukung ketahanan pangan nasional, serta pemberdayaan ekonomi petani di daerah.

"Justru untuk di dalam negeri (potensi pasar ubi jalar) masih terbuka, bisa dilakukan diversifikasi pangan. Permintaan ke luar negeri juga tinggi. Dari sini kita tingkatkan untuk tujuan negara eksisting, juga mencoba ke negara-negara baru," ujarnya.

Lebih lanjut, Suwandi menuturkan bahwa luas areal tanam untuk komoditas ubi jalar di Indonesia rata-rata mencapai 80 ribu hektare per tahun. Dari luasan tanam itu, tambah dia, para petani bisa melakukan panen ubi jalar dengan jumlah produksi sekitar 1,5 juta ton per tahun.

"Dengan potensi ini, kita dorong juga penjualan di dalam negeri sembari meningkatkan jumlah ekspornya," ucap dia.

Tak hanya dalam negeri, ubi jalar asal Indonesia juga diminati sejumlah negara lain. Berdasarkan data, ekspor ubi jalar dari Indonesia ke pasar global jumlah rata-ratanya bisa mencapai 14 ribu ton per tahun.

Kementan menyebutkan Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, berhasil mengekspor komoditas ubi jalar ke pasar Korea Selatan dan Jepang sebanyak 500 ton per tahun. Komoditas ubi jalar dari Cirebon memiliki kualitas dan mutu yang baik, sehingga memenuhi syarat untuk dipasarkan ke negara-negara tersebut.

Tak hanya di Cirebon, Kementan juga mendorong para petani di daerah lain bisa meningkatkan jumlah produksi supaya lebih banyak ubi jalar diekspor keluar negeri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.