Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mikroalga Potensial Jadi Bahan Baku Pangan

📅 Senin, 01 Jul 2024, 09:19 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Mikroalga Potensial Jadi Bahan Baku Pangan Doc: istimewa

JAKARTA - Potensi pemanfaatan alga, baik makroalga maupun mikroalga, di Indonesia sangat besar untuk menghasilkan berbagai produk bernilai tambah tinggi. Salah satu potensial mikroalga yang dapat diolah menjadi berbagai bahan baku pangan, obat-obatan, pakan ternak, hingga biofuel.

Pengembangan industri pengolahan mikroalga sebagai sumber daya alam (SDA) menjadi bagian dari kebijakan prioritas Kementerian Perindustrian (Kemenperin), yaitu hilirisasi industri berbasis agro. Di samping itu, pemanfaatan bioteknologi untuk mewujudkan konsep keberlanjutan perlu diadaptasi oleh industri guna menyelaraskan pembangunannya dengan kelestarian lingkungan.

"Mikroalga sangat prospektif untuk dikembangkan di indonesia karena didukung oleh kondisi lingkungan yang memadai," jelas Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat melakukan kunjungan ke PT Evergen Resources, Jumat (28/6).

Keunggulan yang dimiliki Indonesia untuk pengembangan mikroalga meliputi banyaknya sinar matahari dan suhu yang hangat serta lahan cukup. Mikroalga juga menyerap CO2 sehingga dapat dimanfaatkan oleh industri dalam pengelolaan emisi.

Salah satu upaya pengembangan bioteknologi mikroalga di Indonesia telah diinisiasi oleh perusahaan PT Evergen Resources. Perusahaan yang berlokasi di Kendal, Jawa Tengah ini mengolah mikroalga Haematococcus pluvialis yang dapat menghasilkan astaxanthin.

Evergen melakukan kultivasi mikroalga dengan sistem photobioreaktor tertutup untuk memproduksi AstaLuxe. Produk ini memiliki antioksidan tinggi yang diaplikasikan pada produk suplemen kesehatan, obat-obatan, kosmetik, makanan dan minuman, hingga produk pakan ternak.

Lebih lanjut, astaxanthin memiliki potensi dengan penggerak pasar antara lain, peningkatan jumlah konsumen dengan kesadaran akan kesehatan yang menginginkan produk antisoksidan alami.

Meski demikian, tantangan dalam pengembangan astaxanthin juga masih cukup besar. Misalnya biaya produksi serta riset dan pengembangan (R&D) yang tinggi sehingga menyebabkan terbatasnya daya beli konsumen dan perluasan pasar.

Selanjutnya, pengembangan astaxanthin rentan terkontaminasi dalam produksinya sehingga membutuhkan kontrol kualitas berlapis, serta pasar yang cukup kompetitif dengan pemain kunci perusahaan dari negara dengan teknologi maju.

Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika menambahkan, PT Evergen Resources memulai produksi astaxanthin dari nol sejak 2012. Pasar astaxanthin terus berkembang, dengan pasar terbesar masih terdapat di Amerika Utara dan Eropa.

Di Indonesia, belum ada kompetitor untuk industri penghasil astaxanthin, dan produsennya juga kurang dari 10 perusahaan di dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.