Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ibu Hamil hingga Calon Pengantin Jadi Target Intervensi Tim Percepatan Penurunan Stunting

📅 Sabtu, 29 Jun 2024, 00:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ibu Hamil hingga Calon Pengantin Jadi Target Intervensi Tim Percepatan Penurunan Stunting Doc: ANTARA/Aditya Rohman
Ket. Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri saat melakukan pemantauan lapangan di Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jabar untuk melihat langsung intervensi TPPS setempat untuk menurunkan angka stunting.

Sukabumi - Wakil Bupati Sukabumi IyosSomantrimengatakan ibu hamil, bayi dan balita hingga calon pengantin menjadi target utama intervensi dari tim percepatan penurunan stunting (TPPS) dalam upaya mencegah timbulnya kasus baru dan menurunkan angka stunting.

"Ibu hamil, bayi, balita hingga calon pengantin menjadi target utama intervensi percepatan penanganan dan penurunan stuntingbertujuan untuk meminimalkan potensi munculnya kasus baru," katanya di Sukabumi, Jumat.

Menurut Iyos, TPPSyang sudah dibentuk di setiap kecamatan harus jeli dan akurat dalam melakukan pendataan terhadap keberadaan ibu hamil, bayi, balita serta calonpengantin.

Dengan memiliki data yang akurat maka penanganan lebih cepat dan efektif serta intervensi pun tepat sasaran. Ia mencontohkan jika ada ibu hamil yang mengalami kurang energi kronis (KEK)maupun anemia, kemudian ditemukan adanya bayi atau balita yang berpotensi atau sudah positif stuntingyang ditandai dengan kurang gizi bahkan bisa langsung diberikan intervensi sesuai dengan kebutuhan.

Sama halnya kepada calon pengantin yang tentunya akan memiliki keturunan, TPPSharus memberikan edukasi, seperti bagaimana merawat istri yang sedang hamil, menyediakan pangan bergizi, akses ke layanan kesehatan dan kondisi rumah agar anak yang dilahirkan tidak berpotensi stunting.

"TPPSyang bertugas harus terus bergerak untuk memastikan intervensi tepat sasaran, efektif dan sesuai dengan kebutuhan sehingga kasus stuntingyang ada bisa tertangani maksimal dan tidak ada lagi kasus baru," tambahnya.

Iyosmengatakan dalam menangani stuntingseluruh komponen yang terlibat atau tergabung dalam TPPSharus kompak dan saling mendukung, sehingga melalui program intervensi serentak ini, Kabupaten Sukabumi bisa mencapai target yakni angka stuntingturun dari 27 persen menjadi 14 persen tidak ada lagi kasus baru stuntingdi 2024 ini.

Gerakan bersama menangani dan mencegah stuntingini merupakan aksi yang mulia karena bisa menolong generasi anak bangsa yang cerdas, sehat dan kuat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.