Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

NASA Pilih SpaceX untuk Bawa ISS ke Bumi Setelah Tahun 2030

📅 Kamis, 27 Jun 2024, 10:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
NASA Pilih SpaceX untuk Bawa ISS ke Bumi Setelah Tahun 2030 Doc: AFP/NASA 
Ket. Gambar handout NASA tanggal 7 Maret 2011 ini menunjukkan tampilan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dari dekat.

WASHINGTON - NASA memilih SpaceX untuk membangun pesawat yang membawa Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) kembali melalui atmosfer Bumi dan ke tempat peristirahatan terakhir di Samudra Pasifik setelah dihentikan pada tahun 2030.

Perusahaan Elon Musk tersebut mendapatkan kontrak dengan nilai potensial 843 juta dollar AS untuk mengembangkan dan mengirimkan pesawat luar angkasa, yang dijuluki US Deorbit Vehicle.

"Memilih Kendaraan Deorbit AS untuk Stasiun Luar Angkasa Internasional akan membantu NASA dan mitra internasionalnya memastikan transisi yang aman dan bertanggung jawab di orbit rendah Bumi pada akhir operasi stasiun," kataKen Bowersox dariNASA dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (25/6).

NASA berencana mengambil alih kepemilikan pesawat ruang angkasa tersebut setelah SpaceX membangunnya, dan mengendalikan operasi selama misi tersebut.

Dengan berat 430.000 kilogram (950.000) pon, ISS sejauh ini merupakan struktur tunggal terbesar yang pernah dibangun di luar angkasa.

Berdasarkan pengamatan masa lalu tentang bagaimana stasiun lain seperti Mir dan Skylab hancur saat masuk kembali ke atmosfer, para insinyur NASA memperkirakan pos orbit akan pecah dalam tiga tahap.

Pertama, susunan panel surya raksasa dan radiator yang menjaga laboratorium orbital tetap dingin akan terlepas, kemudian masing-masing modul akan terlepas dari rangka, atau struktur tulang punggung stasiun. Akhirnya, rangka dan modulnya sendiri akan robek.

Sebagian besar material akan menguap, tetapi potongan-potongan besar diperkirakan akan tetap ada. Karena alasan ini,NASA menargetkan area di Samudra Pasifik yang disebut Point Nemo, salah satu area paling terpencil di dunia dan dikenal sebagai kuburan satelit dan pesawat ruang angkasa.

Segmen pertama ISS diluncurkan pada tahun 1998, dan terus dihuni oleh awak internasional sejak tahun 2001.

AS, Jepang, Kanada, dan negara-negara peserta Badan Antariksa Eropa (ESA) telah berkomitmen untuk mengoperasikan laboratorium gayaberat mikro hingga tahun 2030 -- meskipun Russia, mitra kelima, baru berkomitmen untuk mengoperasikannya hingga tahun 2028.

Kepala NASA Bill Nelson mengatakan kepada Kongres pada bulan April lalu bahwa mengingat kondisi hubungan AS-Russia yang buruk, akan lebih bijaksana untuk mulai mengerjakan kendaraan deorbit AS untuk "menerbangkan seluruh stasiun dengan aman, sehingga tidak akan menimpa siapa pun atau apa pun."

Beberapa perusahaan sedang mengerjakan penerus komersial ISS, termasuk Axiom Space dan Blue Origin karya Jeff Bezos.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

52 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...
Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.