Wahana Penjelajah Bulan Tiongkok Kembali ke Bumi dengan Bawa Sampel
📅 Rabu, 26 Jun 2024, 00:03 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SNamun misi tersebut juga telah memicu derasnya informasi yang salah di dunia maya, di mana beberapa pengguna platform media sosial Weibo memanfaatkan pengibaran bendera Tiongkok untuk mendorong klaim palsu bahwa Washington memalsukan pendaratan Apollo di Bulan, demikian temuan Pemeriksaan Fakta AFP.
Rencana untuk "impian luar angkasa" Tiongkok telah berkembang pesat di bawah kepemimpinan Xi.
Beijing telah mencurahkan sumber daya yang besar ke dalam program luar angkasanya selama satu dekade terakhir, menargetkan upaya ambisius dalam upaya mengejar kekuatan luar angkasa tradisional seperti Amerika Serikat dan Russia.
Negara ini telah membangun stasiun luar angkasa, mendaratkan robot penjelajah di Mars dan Bulan, dan menjadi negara ketiga yang mengirim astronot ke orbit.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun Amerika Serikat telah memperingatkan program luar angkasa Tiongkok menutupi tujuan militer dan upaya untuk membangun dominasi di luar angkasa.
Tiongkok berencana mengirim misi berawak ke Bulan pada tahun 2030 dan berencana membangun pangkalan di permukaan bulan.
Amerika Serikat juga berencana mengirim astronot kembali ke Bulan pada tahun 2026 dengan misi Artemis 3.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!