Depresiasi Rupiah yang Berlebihan Tingkatkan Tekanan Inflasi
📅 Rabu, 26 Jun 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiDalam jangka panjang, Aloysius menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi dan pengembangan sektor-sektor yang memiliki nilai tambah tinggi. "Kebergantungan pada ekspor komoditas membuat ekonomi rentan terhadap fluktuasi harga global. Kita perlu mendorong industri manufaktur dan jasa yang memiliki nilai tambah lebih tinggi untuk menciptakan ekonomi yang lebih resilient," pungkas Aloysius.
Impor Pangan
Sementara itu, pengamat pertanian dari UPN Veteran Jawa Timur, Zainal Abidin, mengatakan salah satu faktor yang menyebabkan nilai kurs rupiah terus turun adalah besarnya impor pangan nasional. Dia meminta pemerintah membatasi impor pangan dan mendahulukan produk yang dapat disubtitusi.
"Kebutuhan masyarakat memang besar, jika terus-menerus dipenuhi dengan impor, otomatis ini akan berdampak pada nilai tukar," kata Zainal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebab itu, impor pangan harus lebih terkendali sehingga dapat memberi kesempatan pemerintah dan pelaku industri pertanian membangun pasarnya. Secara bertahap, impor harus dibatasi hanya pada produk-produk yang tidak ada subtitusinya.
"Kalau ini berjalan maka akan menjadi angin segar bagi petani dan industri pertanian kita. Mereka dapat lebih leluasa mengisi pasar dalam negeri yang selama ini sulit bersaing dengan produk impor, lalu setapak demi setapak menjajaki pasar ekspor," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!