Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Depresiasi Rupiah yang Berlebihan Tingkatkan Tekanan Inflasi

📅 Rabu, 26 Jun 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Depresiasi Rupiah yang Berlebihan Tingkatkan Tekanan Inflasi Doc: Sumber: Bank Indonesia - koran jakarta /ones

JAKARTA - Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional sebagai konsekuensi dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) secara drastis.

Depresiasi rupiah itu berpotensi menggerus penerimaan negara dari ekspor, sehingga berimplikasi signifikan pada turunnya arus pendapatan dan belanja negara tahun depan.

Analis ekonomi politik dari FINE Institute, Kusfiardi, mengatakan di sisi lain pengeluaran untuk biaya impor barang dan jasa akan meningkat karena nilai tukar yang lebih lemah sehingga akan meningkatkan tekanan inflasi dan pada akhirnya menurunkan daya beli di pasar domestik.

"Meskipun harga komoditas ekspor seperti minyak dan batu bara menunjukkan peningkatan, keuntungan dalam rupiah yang diterima pemerintah dapat tergerus," kata Kusfiardi di Jakarta, Selasa (25/6).

Sebab itu, diversifikasi ekspor menjadi krusial untuk mengurangi risiko terhadap fluktuasi mata uang asing. Pemerintah pun perlu mengambil kebijakan fiskal yang hati-hati dan proaktif, termasuk dalam pengelolaan investasi infrastruktur yang strategis.

Selain fiskal, kebijakan moneter oleh Bank Indonesia (BI) seperti intervensi pasar valuta asing, penyesuaian kebijakan suku bunga, serta penyesuaian kebijakan impor sangat krusial.

Diminta terpisah, Guru Besar Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Aloysius Gunadi Brata, mengatakan yang menjadi problema saat ini adalah kepercayaan diri berlebihan (over confidence) dari otoritas moneter kalau rupiah masih di rentang aman. Padahal, rupiah di kesetimbangan 15.000-16.000 per dollar AS, dampaknya sangat berbeda pada ekonomi RI.

"Ada kesetimbangan baru rupiah di rentang 16-17 ribu rupiah per dollar AS. Fakta ini tidak boleh ditolak dengan pernyataan-pernyataan seolah-olah pelemahan ini wajar. Karena dampaknya bagi sektor riil maupun moneter sangatlah besar," kata Aloysius.

Otoritas, menurut Aloysius, harus segera melakukan langkah-langkah strategis dalam kebijakan di banyak sektor dengan menggunakan kesetimbangan rupiah yang baru tersebut.

Selain itu, dia menekankan perlunya peningkatan koordinasi antara lembaga keuangan, pemerintah, dan sektor swasta untuk mengatasi dampak negatif dari pelemahan nilai tukar rupiah ini.

"Kebijakan fiskal dan moneter harus lebih sinkron dalam menghadapi kondisi ini. Pemerintah perlu mempertimbangkan insentif bagi ekskomoditas ekspor yang terdampak serta berupaya untuk mengurangi ketergantungan pada impor," tambahnya.

Dia juga meminta pemerintah dan BI agar memperkuat cadangan devisa sebagai upaya untuk menstabilkan nilai tukar dan mengurangi volatilitas.

"Peningkatan cadangan devisa memberikan kepercayaan lebih kepada pasar dan menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi," jelasnya.

Selain itu, upaya untuk meningkatkan daya saing produk domestik di pasar internasional harus diperkuat agar Indonesia tidak hanya bergantung pada ekspor komoditas mentah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.