Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UNESCO Desak Australia Lindungi Great Barrier Reef

📅 Selasa, 25 Jun 2024, 14:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
UNESCO Desak Australia Lindungi Great Barrier Reef Doc: CNA/AFP/David Gray
Ket. Sebagian besar Great Barrier Reef telah memutih dan berisiko mengalami kematian.

SYDNEY - Australia harus mengambil tindakan "mendesak" untuk melindungi Great Barrier Reef, termasuk menetapkan target iklim yang lebih ambisius, organisasi kebudayaan PBB memperingatkan.

Dalam rancangan keputusannya, UNESCO juga meminta Australia untuk menyampaikan perkembangan terkini mengenai upaya perlindungan pada awal tahun depan, namun tidak merekomendasikan terumbu karang tersebut dimasukkan ke dalam daftar situs warisan budaya yang terancam punah.

Keputusan yang dikeluarkan pada Senin malam (24/6) itu disambut oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Air Australia Tanya Plibersek sebagai "kemenangan besar".

"Kami bertindak terhadap perubahan iklim, meningkatkan kualitas air setempat, melindungi kehidupan laut, menangani spesies invasif, dan menginvestasikan sejumlah besar uang ke dalam program terumbu karang," katanya dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (25/6).

Namun keputusan UNESCO, yang akan menjadi pedoman pertemuan Komite Warisan Dunia di New Delhi bulan depan, memperingatkan terumbu karang terbesar di dunia itu "masih berada di bawah ancaman serius".

"Tindakan mendesak dan berkelanjutan adalah prioritas utama," tambahnya.

Nasib terumbu karang berulang kali menjadi sumber ketegangan antara UNESCO dan otoritas Australia, dimana Komite Warisan Dunia mengancam akan memasukkan terumbu karang terbesar di dunia itu ke dalam daftar situs warisan global yang "dalam bahaya".

Diplomasi dan lobi di balik layar dari Australia telah menghindari tindakan tersebut dan komitmen dari pemerintahan Partai Buruh di bawah kepemimpinan Anthony Albanese telah mendapat pujian dari UNESCO.

Rancangan keputusan tersebut menyambut baik beberapa langkah yang diambil Australia, termasuk mengenai kualitas air di sekitar terumbu karang dan pembatasan penangkapan ikan dengan jaring insang.

Namun mereka menyatakan "keprihatinan yang tinggi" mengenai pembukaan lahan yang mengancam kualitas air, dan mengatakan Australia harus "menetapkan target pengurangan emisi yang lebih ambisius".

Melihat pemutihan terumbu karang secara massal yang sedang berlangsung , mereka meminta adanya informasi terbaru pada bulan Februari mendatang, dan menolak permintaan Australia untuk menunggu hingga tahun 2026.

Mereka juga mendesak Australia untuk mempublikasikan rincian angka kematian terumbu karang "sesegera mungkin" dalam gelombang pemutihan terbaru ini.

Plibersek mengatakan UNESCO mengakui upaya Australia untuk melindungi terumbu karang.

"Rancangan keputusan hari ini merupakan kemenangan besar bagi Queensland, kemenangan besar bagi ribuan orang yang bergantung pada terumbu karang untuk bekerja, dan kemenangan besar bagi semua tumbuhan dan hewan yang tinggal di terumbu karang," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Tim Gabungan Kendalikan Titik Api di TPSA Ciniru Kuningan
    Preview komentar:
    Apakah layanan WhatsApp Bank Neo 24 jam? Ya, Layanan ...
  • Rumput Laut & Agar-agar RI Masuk AS Bebas Tarif Tambahan 10%
    Preview komentar:
    Berapakah Wa bank neo? Nomor WhatsApp resmi layanan ...
    Berapakah Wa bank neo? Nomor WhatsApp resmi layanan ...
  • Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah
    Preview komentar:
    Berapakah WA Neo bank? Ya, Nomor WhatsApp resmi ...
    Berapakah WA Neo bank? Ya, Nomor WhatsApp resmi ...
Megapolitan
Penyaluran Bantuan Sumur Bo...
Daerah
Melestarikan Budaya Lewat F...
Daerah
Kabut Asap Mengancam Keseha...
Luar Negeri
Utang Meningkat, Rakyat Jep...
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.