Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Studi Sebut Manusia Berkendara Lebih Baik Dibanding Teknologi Otomatis

📅 Selasa, 25 Jun 2024, 18:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Studi Sebut Manusia Berkendara Lebih Baik Dibanding Teknologi Otomatis Doc: ANTARA FOTO/M Irfan Ilmie
Ket. Seorang pemandu menunjukkan sejumlah mobil otonom atau mobil tanpa pengemudi dari generasi ke generasi yang dikembangkan oleh Baidu China di platform Apollo Baidu, Beijing, pada November 2022 lalu.

JAKARTA - Sebuah studi yang diterbitkan Nature Communications menemukan bahwa manusia lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami kecelakaan saat berbelok atau dalam situasi cahaya redup dibandingkan teknologi otomatis.

Dilaporkan Motor1 pada Senin (24/6), studi tersebut menganalisis lebih dari 37.000 tabrakan kendaraan dan menemukan bahwa kendaraan yang menggunakan sistem otomatis mengalami kecelakaan lima kali lebih banyak saat matahari terbit atau terbenam. Bahkan di tikungan, rasionya dua kali lebih besar dibandingkan kendaraan yang dikemudikan manusia.

Sekitar 35.000 kecelakaan yang melibatkan pengemudi manusia dan 2.100 kecelakaan dengan sistem otomatis aktif menjadi dasar data.

Berkenaan dengan situasi cahaya redup, penelitian ini menyoroti keterbatasan kamera dan sensor serta ketidakmampuan beradaptasi dengan kondisi. Misalnya, bayangan di pagi hari atau di penghujung hari dapat disalahartikan sebagai objek.

Cahaya yang berfluktuasi juga dapat menjadi masalah, mendatangkan malapetaka pada algoritma dan menyebabkan kebingungan dalam sistem. Sebaliknya, objek dalam bayangan mungkin tidak terdeteksi sama sekali. Hal ini didukung oleh uji tabrak yang secara konsisten menunjukkan kendaraan terlambat mengerem atau gagal berhenti sama sekali untuk simulasi pejalan kaki atau hewan.

Kesadaran situasional disebut-sebut sebagai titik masalah yang mungkin terjadi pada sistem otomatis saat ini. Sensor dan kamera mungkin tidak mendeteksi semua hambatan di lokasi dinamis seperti persimpangan, namun lebih dari itu.

Studi tersebut menunjukkan bahwa sistem yang ada saat ini umumnya "melihat" area yang relatif dekat dengan kendaraan. Jika manusia mungkin melihat kabut tebal dalam jarak setengah mil dan mengambil tindakan pencegahan, mobil yang dikendalikan secara otonom akan terus melaju.

Ada bukti yang mendukung hal ini lewat penelitian tindakan yang diambil sebelum tabrakan, sebagian besar kendaraan di bawah kendali otonom melaju lurus dan dengan kecepatan konstan sebelum manuver darurat dilaksanakan. Sementara mobil yang dikendarai manusia menunjukkan lebih banyak kasus melambat dan berpindah jalur sebelum terjadi tabrakan.

Studi ini memperhitungkan sejumlah besar variabel untuk sampai pada kesimpulan ini, namun kesimpulannya jelas bahwa sistem bantuan pengemudi yang ada sekarang hanyalah bantuan.

Otomatisasi bekerja dengan baik pada jalur lurus, namun lebih banyak data harus dikumpulkan dan dipelajari sebelum pengemudian Level 4 yang tanpa perlu memegang kemudi dan fokus menyetir dapat menjadi kenyataan. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
  • Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia
    Preview komentar:
    Terima kasih atas liputan yang mendalam ini; sangat ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.