Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Setwapres: Kota Medan dijadikan daerah contoh penanganan stunting

📅 Selasa, 25 Jun 2024, 21:45 WIB | Oleh:
Setwapres: Kota Medan dijadikan daerah contoh penanganan stunting Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Kota Medan
Ket. Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Setwapres Suprayoga Hadi (tengah) didampingi Pj Sekda Kota Medan Topan Obaja Putra Ginting memberikan makanan tambahan seorang balita di Medan, Selasa (26/6/2024).

Medan, 25/6 (ANTARA) - Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) Suprayoga Hadi menyebut bahwa Kota Medan, Sumatera Utara dijadikan sebagai daerah percontohan dalam upaya penanganan stunting.

"Kami belajar banyak dari Kota Medan, Insya Allah ini juga menjadi pembelajaran bagi daerah lainnya berjuang menurunkan stunting yang masih relatif tinggi," kata Suprayoga, di Medan, Selasa.

Saat melakukan pemantauan, pengukuran dan intervensi serentak percepatan penurunan stunting di Kota Medan di salah satu Posyandu, lanjut dia, Pemkot Medan memiliki program yang sangat baik menurunkan kekerdilan pada balita.

Hal ini terbukti keberhasilan Pemkot Medan yang dipimpin oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution menurunkan angka penderita stunting sekitar 9,6 persen dalam satu tahun.

"Tidak hanya melakukan survei, namun Pemkot Medan telah melakukan sensus sehingga kota ini sukses menurunkan stunting yang saat ini hanya tersisa 208 anak," kata dia.

Pihaknya juga menyebutkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini bertujuan untuk mencegah terjadi kekerdilan baru supaya tercapai zero stunting di wilayah ibu kota Provinsi Sumatera Utara.

"Melalui kegiatan ini, kita ingin tidak ada lagi muncul kasus stunting baru," ungkap Suprayoga seraya mengapresiasi Posyandu di Kota Medan yang rutin memantau dan pengukuran balita setiap bulan.

Pj Sekda Kota Medan Topan Obaja Putra Ginting mengatakan, baik Presiden maupun Wakil Presiden menjadikan penanganan stunting sebagai program prioritas agar berjalan dengan baik di daerah.

Pemkot Medan, lanjut dia, juga secara konsisten terus berupaya menjalankan program penanganan kekerdilan, salah satu lewat program Bapak Asuh Anak Stunting.

"Dalam program ini, kita melibatkan seluruh perangkat daerah dan stakeholder untuk bersama-sama menjadi bapak asuh bagi penderita stunting," jelasnya.

Selain itu, kata dia, Pemkot Medan terus melakukan pemantauan untuk memperkecil angka stunting, baik melalui Posyandu setiap bulan maupun pos-pos gizi.

"Kami sangat peduli dalam penanganan stunting ini," kata Topan.

Hanita, warga Medan Timur mengaku gembira karena setiap bulan dapat melakukan pengukuran tumbuh kembang buah hatinya secara gratis di Posyandu Cenderawasih.

"Di periksa seluruhnya. Apakah itu tinggi, berat badan, lingkar kepala, imunisasi, gizi, dan anak kita juga diberikan makanan tambahan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Menhub Instruksikan untuk Prioritaskan Evakuasi Penumpang KMP Virgo Transport 8

Menhub Instruksikan untuk Prioritaskan Evakuasi Penumpang KMP Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.