Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabar Gembira, Menaker: Potensi Pemagangan ke Luar Negeri Terbuka Lebar

📅 Minggu, 23 Jun 2024, 04:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabar Gembira, Menaker: Potensi Pemagangan ke Luar Negeri Terbuka Lebar Doc: ANTARA/Indra Setiawan
Ket. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah di sela kegiatan Sosialisasi Pemagangan Luar Negeri dan Soft Launching SMK Asy-Syarif Mitra Industri Mojokerto, Sabtu (22/6/2024)

Mojokerto - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan potensi pemagangan tenaga kerja asal Indonesia ke luar negeri masih terbuka lebar menyusul banyak negara kekurangan tenaga kerja.

"Pada tahun 2023 penempatan pemagangan di luar negeri 270.000, artinya sumbangsih penempatan luar negeri itu cukup tinggi di saat kita belum masih sedang berupaya sangat serius menindaklanjuti undang-undang cipta kerja yang keinginannya adalah penciptaan lapangan kerja dengan mengklik lapangan kerja baru investasi baik dari dalam maupun di luar negeri. Di saat kita sedang banyak sekali mendapatkan limpahan penduduk usia produktif ada banyak negara yang sedang mengalami kekurangan tenaga kerja," katanya di sela kegiatan Sosialisasi Pemagangan Luar Negeri dan Soft Launching SMK Asy-Syarif Mitra Industri Mojokerto di Mojokerto, Jawa Timur Sabtu.

Ia mengemukakan, beberapa negara yang sedang mengalami kekurangan tenaga kerja tersebut di antaranya Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara di Eropa.

"Sementara di Indonesia sedang melimpah penduduk usia produktif, tapi di sisi yang lain banyak sekali negara yang sedang mengalami membutuhkan tenaga kerja artinya pasar kerja itu tidak hanya ada di dalam negeri tetapi juga ada di luar negeri," katanya.

Ia mengatakan banyak juga perusahaan yang masih kekurangan tenaga ahli, ditambah lagi investasi-investasi baru yang masuk Indonesia karena ada program hilirisasi yang dilakukan oleh pemerintah.

"Itu membutuhkan tenaga kerja yang tidak sedikit setiap tahun membutuhkan tenaga ahli yang cukup banyak," katanya.

Ia mengatakan sesungguhnya lapangan pekerjaan tidak tersedia, persoalannya terkait dengan kemampuan lulusanoutputdari pendidikan vokasi menjawab kebutuhan pasar kerja.

"Dari data, lulusan SMK SMA itu menyumbangkan tingkat pengangguran terbuka kita 18 persen. Artinya bapak Ibu bukan lapangan pekerjaan yang tidak tersedia yang tidak tersedia adalah tenaga kerja yangskilldan kompetensinya sesuai dengan kebutuhan pasar kerja," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

30 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

56 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.