Tiongkok dan Prancis akan Luncurkan Satelit untuk Lebih Memahami Alam Semesta
📅 Sabtu, 22 Jun 2024, 08:51 WIB | Oleh: Tim PenulisKerja sama luar angkasa pada tingkat ini antara Barat dan Tiongkok jarang terjadi, terutama sejak Amerika Serikat melarang semua kolaborasi antara NASA dan Beijing pada tahun 2011.
Berpacu dengan Waktu
"Kekhawatiran AS terhadap transfer teknologi sangat menghambat sekutu AS untuk berkolaborasi dengan Tiongkok, namun hal ini kadang terjadi," kata Jonathan McDowell, astronom di Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics di Amerika Serikat.
Pada 2018, Tiongkok dan Prancis bersama-sama meluncurkan CFOSAT, satelit oseanografi yang terutama digunakan dalam meteorologi kelautan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dan beberapa negara Eropa telah mengambil bagian dalam program eksplorasi bulan Chang'e yang dilakukan Tiongkok.
Jadi meskipun SVOM "tidak unik", namun tetap "penting" dalam konteks kolaborasi ruang angkasa antara Tiongkok dan Barat, kata McDowell.
Setelah berada di orbit 625 kilometer (388 mil) di atas Bumi, satelit akan mengirimkan datanya kembali ke observatorium.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tantangan utamanya adalah semburan sinar gamma yang terjadi sangat singkat, sehingga para ilmuwan harus berpacu dengan waktu untuk mengumpulkan informasi.
Setelah mendeteksi ledakan, SVOM akan mengirimkan peringatan ke tim yang bertugas sepanjang waktu.
Dalam waktu lima menit, mereka harus memasang jaringan teleskop di darat yang akan sejajar dengan sumbu sumber ledakan untuk melakukan pengamatan yang lebih detail.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!