Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok dan Prancis akan Luncurkan Satelit untuk Lebih Memahami Alam Semesta

📅 Sabtu, 22 Jun 2024, 08:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok dan Prancis akan Luncurkan Satelit untuk Lebih Memahami Alam Semesta Doc: Space.com/CAS
Ket. Ilustrasi.

XICHANG - Sebuah satelit Prancis-Tiongkok akan diluncurkan pada hari Sabtu (22/6) untuk mencari ledakan paling dahsyat di alam semesta, sebuah contoh penting dari kerja sama antara kekuatan Barat dan raksasa Asia.

Dikembangkan oleh para insinyur dari kedua negara, Space Variable Objects Monitor (SVOM) akan mencari semburan sinar gamma, yang cahayanya telah menempuh perjalanan miliaran tahun cahaya untuk mencapai Bumi.

Satelit seberat 930 kilogram yang membawa empat instrumen - dua milik Prancis, dua milik Tiongkok - akan lepas landas dengan roket Long March 2-C Tiongkok dari pangkalan luar angkasa di Xichang, di provinsi barat daya Sichuan.

Semburan sinar gamma umumnya terjadi setelah ledakan bintang-bintang besar -- yang berukuran 20 kali lebih besar dari matahari -- atau fusi bintang-bintang kompak.

Sinar kosmik yang sangat terang dapat mengeluarkan ledakan energi yang setara dengan lebih dari satu miliar miliar matahari.

Mengamatinya seperti "melihat ke masa lalu, karena cahaya dari benda-benda ini membutuhkan waktu lama untuk mencapai kita", kata Ore Gottlieb, ahli astrofisika di Pusat Astrofisika Institut Flatiron di New York, kepada AFP.

Beberapa Misteri

Sinar tersebut membawa jejak awan gas dan galaksi yang mereka lewati dalam perjalanannya melintasi ruang angkasa - data berharga untuk lebih memahami sejarah dan evolusi alam semesta.

"SVOM berpotensi mengungkap beberapa misteri di bidang (semburan sinar gamma), termasuk mendeteksi GRB terjauh di alam semesta, yang sesuai dengan GRB paling awal," kata Gottlieb.

Semburan terjauh yang teridentifikasi hingga saat ini terjadi hanya 630 juta tahun setelah Big Bang atau lima persen dari usia alam semesta saat ini.

"Kami… tertarik pada ledakan sinar gamma demi ledakan itu sendiri, karena ledakan tersebut merupakan ledakan kosmik yang sangat ekstrem yang memungkinkan kita untuk lebih memahami kematian bintang-bintang tertentu," kata Frederic Daigne, ahli astrofisika di Institut d'Astrophysique de Paris.

"Semua data ini memungkinkan untuk menguji hukum fisika dengan fenomena yang tidak mungkin direproduksi di laboratorium di Bumi."

Setelah dianalisis, data tersebut dapat membantu untuk lebih memahami komposisi ruang, dinamika awan gas, atau galaksi lainnya.

Proyek ini berasal dari kemitraan antara badan antariksa Prancis dan Tiongkok serta kelompok ilmiah dan teknis lainnya dari kedua negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”
    Preview komentar:
    Layanan pusat bantuan Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
    Layanan pusat bantuan Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
  • Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan
    Preview komentar:
    Layanan bebas pulsa Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
    Layanan bebas pulsa Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
  • Night at Museum Ajak Generasi Muda Pelajari Sejarah dan Budaya dalam Suasana Eksklusif
    Preview komentar:
    Layanan WhatsApp Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
    Layanan WhatsApp Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Nasional
Menkes Dorong Dokter Indone...

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

51 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
BI: Transaksi QRIS Bebas Bi...
Ekonomi
Harga BBM Pertamina, Shell,...
Megapolitan
Tabrakan Beruntun di Tol Se...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.