Pesawat Ciptaan Charles F Ritchel yang Dilupakan
📅 Kamis, 20 Jun 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Istimewa
Dua puluh lima tahun sebelum Wright bersaudara berhasil menerbangkan pesawatnya, Charles F Ritchel telah terlebih dahulu berhasil menerbangkan pesawatnya. Pencapaian ini dilupakan oleh hampir semua orang kecuali sekelompok kecil sejarawan penerbangan.
Wright bersaudara yaitu Orville dan Wilbur Wright pada pagi tanggal 17 Desember 1903 berhasil menerbangan pesawatnya di dekat wilayah berbukit pasir di Kitty Hawk, North Carolina. Namun 25 tahun sebelumnya sudah ada mesin terbang berhasil mengudara.
Pada 1878, Charles F Ritchel disebut pernah menerbangkan pesawat terbangnya yang sangat aneh, berbahaya, dan tidak praktis. Bahkan meski belum ada referensi tentang sebuah pesawat terbang, hasil ciptaannya dirasa "mengganggu".
"Ketika saya membuatnya, orang-orang banyak menertawakan saya," kata Ritchel. "Namun, mereka juga menertawakan Nuh ketika dia membangun bahtera," ucap dia mengacu kepada perahu Nabi Nuh seperti dikutip dari laman Smithsonian Magazine.
Mesin terbang Ritchel mengeluarkan suara seperti gergaji mesin saat pilotnya memutar engkol tangan untuk memutar baling-balingnya. Saat itu pada 12 Juni 1878 dihadapan kerumunan ribuan massa, mereka menyaksikan pesawat ciptaan Ritchel terbang dari lapangan bisbol di Hartford, Connecticut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mesin terbang Ritchel saat itu dianggap sebagai tumpukan komponen mekanis yang tidak sedap dipandang mata. Mesin itu terdiri dari silinder kanvas sepanjang 25 kaki dan lebar 12 kaki yang diisi dengan hidrogen dan diikat ke sebuah batang. Dari alat ini tergantung rangka dari batang baja dan kuningan yang oleh Philadelphia Times disamakan dengan rangka sebuah perahu.
Sang pilot akan duduk di rangka ini seolah-olah itu adalah sebuah sepeda, mengendalikan pesawat itu dengan pedal kaki dan engkol tangan yang memutar baling-baling berbilah empat. Tentu saja perangkat itu tidak membangkitkan rasa percaya diri bagi banyak orang termasuk penciptanya.
Sebagai seseorang yang menggambarkan dirinya sendiri sebagai "profesor", Ritchel adalah penemu berbagai kreasi yang aneh, ganjil, dan tak lazim. Banyak yang menyebut kisah tentang kariernya seolah-olah diambil dari halaman novel Jules Verne yang dikenal sebagai perintis genre fiksi ilmiah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada pertengahan 1880-an, Ritchel mengklaim telah mengajukan lebih dari 150 paten dan tidak semua patennya menyenangkan. Namun dalam kariernya, perpaduan antara kejeniusan dan kebodohannya yang unik mencapai puncaknya pada bulan Juni 1878 di Hartford.
Sayangnya karena keseimbangan berat dan peralatan sangat rumit, Ritchel terlalu berat untuk menerbangkan pesawatnya itu. Sebagai gantinya, ia mempekerjakan pilot Mark W Quinlan, yang beratnya hanya 48 kilogram. Quinlan adalah seorang masinis berusia 27 tahun dan penduduk asli Philadelphia, tetapi tidak banyak yang diketahui tentangnya, namun ia sangat berani.
Ketika persiapan untuk pesawat itu selesai, banyak orang menyaksikan saat Quinlan menaiki apa yang disebut "kursi" pilot dan pesawat udara Ritchel terbang setinggi 50 kaki, lalu 100 kaki, lalu 200 kaki.
Setelah terbang ke udara, Quinlan berhasil mengarahkan pesawat itu ke atas Sungai Connecticut. Bagi para penonton, jelas bahwa sang pilot memegang kendali. Namun saat ia terbang, angin bertiup kencang, dan mulai tampak seperti badai yang akan datang. Untuk menghindari terjebak dalam cuaca buruk dan menghadapi bencana yang hampir pasti terjadi, Quinlan segera mengarahkan pesawat itu kembali ke lapangan.
Di seluruh negeri, pengamat memuji tonggak sejarah penerbangan Ritchel yang aneh tetapi mengesankan. Pada tahun-tahun dan dekade berikutnya, pencapaian ini dilupakan oleh hampir semua orang, kecuali sekelompok kecil sejarawan penerbangan.
Mengancam Nyawa
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!