Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Negara-negara di Eropa Selatan Cari Cara Kurangi Obesitas pada Anak

📅 Kamis, 20 Jun 2024, 08:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Negara-negara di Eropa Selatan Cari Cara Kurangi Obesitas pada Anak Doc: who.org
Ket. Ilustrasi - Di banyak negara di Eropa Selatan, prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas, terutama obesitas pada anak, masih termasuk yang tertinggi di kawasan ini, kata WHO.

JENEWA - Perwakilan dan pakar dari negara-negara Eropa selatan termasuk Turki bertemu di Athena, Yunani untuk memetakan cara mengurangi obesitas pada masa kanak-kanak yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, dan kanker.

"Di banyak negara di Eropa Selatan, prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas, terutama obesitas pada anak, masih termasuk yang tertinggi di kawasan ini," kata Penasihat Regional WHO untuk Nutrisi, Obesitas, dan Aktivitas Fisik, Dr. Kremlin Wickramasinghe, seperti dilaporkan Anadolu, Rabu (19/6).

Di beberapa wilayah di Eropa Selatan, lanjutnya, hampir separuh anak laki-laki hidup dengan kelebihan berat badan atau obesitas dan hal itu menempatkan anak-anak tersebut pada risiko terkena penyakit tidak menular di kemudian hari.

WHO mengatakan obesitas dan kelebihan berat badan merupakan risiko kesehatan yang signifikan bagi Eropa Selatan. Menurut data terbaru WHO, 59 persen orang dewasa di wilayah WHO Eropa saat ini hidup dengan kelebihan berat badan atau obesitas yang merupakan angka tertinggi secara global di luar Amerika.

Statistik juga melihatkan bahwa satu dari tiga anak di wilayah tersebut hidup dengan kelebihan berat badan atau obesitas.

"Sayangnya, angka-angka ini sangat bertentangan dengan tradisi makan sehat yang kaya di negara kita dan merupakan seruan mendesak untuk mengevaluasi kembali pendekatan kita terhadap masalah ini," tegas Menteri Kesehatan Yunani, Adonis Georgiadis.

Oleh karena itu, kata Georgiadis, pertemuan di Athena merupakan hal yang sangat diperlukan saat kita menghadapi masalah yang mengancam masa depan, vitalitas dan kesehatan anak-anak bangsa.

Kelebihan berat badan dan obesitas menempati peringkat keempat sebagai faktor risiko kematian setelah tekanan darah tinggi, risiko pola makan, dan tembakau, menurut WHO. Ancaman kesehatan terkait obesitas berkontribusi terhadap lebih dari 1,2 juta kematian di Wilayah Eropa WHO setiap tahunnya.

"WHO/Eropa memiliki warisan yang kuat dalam mengambil tindakan untuk mengatasi masalah yang paling menantang sekalipun, termasuk obesitas, penyakit di kemudian hari," ungkap Kepala Kantor WHO/Eropa Athena, Dr. Joao Breda.

Ia mengatakan salah satu bidang penting untuk inovasi adalah meningkatkan kualitas layanan bagi jutaan anak-anak dan orang dewasa di kawasan Eropa yang hidup dengan kelebihan berat badan dan obesitas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.