Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ini yang Dilakukan Pemkot untuk Antisipasi Inflasi di Tangsel

📅 Senin, 17 Jun 2024, 11:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ini yang Dilakukan Pemkot untuk Antisipasi Inflasi di Tangsel Doc: ANTARA/HO-Disperindagkop Kota Tangerang
Ket. Sejumlah warga sedang membeli daging di pasar Anyar Selatan.

Tangerang - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan pemantauan harga pangan di pasar tradisional selama hari raya Idul Adha agar tidak ada lonjakan inflasi.

Sekretaris Daerah Tangsel, Bambang Noertjahjo di Tangerang, Senin mengatakan ada kenaikan harga karena meningkatnya permintaan barang pada momentum hari besar.

Tetapi untuk ketersediaan barang di pasar tradisional dan modern dalam kondisi aman dan terpenuhi. Hanya saja perlu dilakukan pemantauan agar tidak berdampak pada lonjakan inflasi.

"Kita lakukan pemantauan bersama BI dan BPS untuk menjaga agar tak ada inflasi. Hasil laporan di lapangan semua dalam kondisi terkendali," kata dia dalam keterangannya.

Selain itu Pemerintah Kota Tangerang Selatan bekerjasama dengan Bulog dalam menjaga ketersediaan beras dan menekan tak adanya kenaikan harga. Hal serupa juga dilakukan dengan produsen lain dalam menjaga ketersediaan komoditi.

"Upaya yang kita lakukan ini untuk menjaga harga pangan di pasar agar tak ada kenaikan yang signifikan dan semuanya bisa dikatakan terkendali," katanya.

Sementara untuk di Kota Tangerang, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kota Tangerang Suli Rosadi mengungkapkan berdasarkan hasil monitoring perkembangan harga kebutuhan pangan pokok secara rutin di pasar tradisional, saat ini masih dalam kategori stabil.

Kemudian masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian dalam jumlah berlebihan yang dapat memicu kelangkaan dan kenaikan harga barang.

"Kami pastikan semua bahan pokok dalam kondisi aman dan terpenuhi sehingga masyarakat diminta tetap menjaga stabilitas harga dengan tidak belanja berlebihan," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.