Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gunung Marapi Erupsi Lagi dengan Amplitudo 30,3 Mm Selama 48 Detik

📅 Senin, 17 Jun 2024, 09:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gunung Marapi Erupsi Lagi dengan Amplitudo 30,3 Mm Selama 48 Detik Doc: ANTARA/Altas Maulana
Ket. Penampakan erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat beberapa waktu lalu. Pada Minggu (16/6/2024) malam gunung itu kembali mengalami erupsi.

Bukittinggi - Gunung Marapi Sumatera Barat mengalami erupsi lagi dengan amplitudo 30,3 mm selama 48 detik pada Minggu (16/6) pukul 19:29 WIB.

"Di daerah Sungai Puar, Kabupaten Agam. Suaranya kuat terdengar dentuman disertai getaran di rumah-rumah warga," kata anggota Palang Merah Indonesia (PMI) Bukittinggi Ahmad Jais di Sungai Puar.

Kepala Desa Bukit Batabuah Firdaus juga mengatakan dentuman suara gunung meletus juga terdengar kuat dari arah Cumantiang.

Petugas Gunung Api (PGA) Marapi di Bukittinggi Ahmad Rifandi membenarkan getaran kuat dari erupsi ini menjadi yang tertinggi sepanjang Juni 2024.

"Benar ini yang terkuat di Juni. Amplitudo terbesar selama Juni pada Rabu (12/6) dengan angka 18,7 berdurasi 23 detik, sementara tinggi kolom abu tidak teramati karena tertutup kabut," katanya.

Dari catatan PGA hingga Minggu (16/6), Gunung Marapi (2.891) Mdpl mengalami erupsi sebanyak 28 kali dengan 332 hembusan.

Sejak mengalami erupsi utama di Minggu (3/12) 2023, tercatat jumlah korban mencapai 24 orang dari kalangan pendaki.

Sementara di Mei 2024, aliran lahar dingin menyebabkan banjir bandang dengan menimbulkan kerusakan parah di Kabupaten Agam, Tanah Datar dan Padang Panjang disertai puluhan korban jiwa.

PGA tetap merekomendasikan warga untuk menjauhi Gunung Marapi yang masih berstatus level III siaga.

"Masyarakat di sekitar Marapi agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 4,5 km dari pusat erupsi (Kawah Verbeek)," kata Ahmad.

Ia menambahkan masyarakat yang bermukim di sekitar lembah aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Marapi agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

Pemkot Bandung Selidiki Kasus Pengelupasan Pohon

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Pemkot Bandung Selidiki Kas...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Miris, Lima Atlet Panjat Tebing jadi Korban Pelecehan Seksual Pelatih

Miris, Lima Atlet Panjat Tebing jadi Korban Pelecehan Seksual Pelatih

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.