Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Suhu Bumi dari Waktu ke Waktu yang Fluktuatif

📅 Jumat, 07 Jun 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Iklim glasial yang bervariasi dalam kekuatan, dampak, dan mempengaruhi berbagai wilayah dengan cara yang berbeda umumnya merayap cukup bertahap, dimulai dengan kondisi yang lebih dingin dan basah yang akhirnya mencapai puncaknya dalam fase dingin dan kering.

Lapisan es tumbuh sangat tebal sehingga bertahan untuk sementara waktu hingga dimulainya tren pemanasan, hanya untuk runtuh tiba-tiba, yang menyebabkan peralihan yang sangat tiba-tiba ke interglasial.

Suhu kemudian dapat tetap cukup bagus untuk beberapa saat, dan dunia melihat permukaan laut yang lebih tinggi dan garis lintang yang lebih tinggi yang sebenarnya dapat diakses. Selama 1,2 juta tahun terakhir, siklus ini umumnya berlangsung sekitar 100.000 tahun.

Bagi spesies untuk dapat beradaptasi dengan kondisi yang tidak menentu ini, bukanlah tugas yang mudah terutama mengingat kecepatan perubahan yang dapat terjadi.

Keanekaragaman Fauna

Hewan utama pada era Pleistosen tidak diragukan lagi adalah mamut berbulu. Ia hewan pemburu besar, menjulang tinggi, bergading melengkung, dan berbulu lebat yang berkerabat dengan gajah. Mamut sebenarnya berasal dari Afrika dan selama Pleistosen melakukan perjalanan menuju tundra utara.

Mamut bukan satu-satunya spesies yang berkembang selama periode ini. Terjadi pula kemunculan dan perkembangan hewan lain seperti genus Equus (yang meliputi kuda dan zebra), bison, auroch, kuda nil, kungkang tanah raksasa, tikus, keluarga rusa di antaranya versi yang berukuran besar sepertiMegalocerosatau Rusa Raksasa, dan genus rusa besar. Lainnya adalah badak berbulu dimana mereka semua mulai mengisi lanskap prasejarah.

Para predator yang ingin melahap keanekaragaman tersebut tidak ketinggalan. Kucing bertaring pedang misalnya. Hewan ini melahap mangsanya sepanjang era Pleistosen dan singa tersebar dari Afrika bagian selatan hingga Amerika utara bagian selatan selama akhir Pleistosen, termasuk singa gua yang hidup dari Eropa hingga Kanada bagian barat.

Untuk tempat tinggal, gua merupakan tempat yang populer. Beruang gua dapat ditemukan di seluruh Eropa dan Asia hingga timur laut Siberia. Hewan lain yang hidup di lubang pegunungan batu kapur lainnya adalah hyena gua.hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

38 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Tren Mendaki "Tek Tok" Makan Korban, Malaysia Larang Jalur Berisiko

44 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tren Mendaki "Tek Tok" Maka...
Luar Negeri
Kenapa Ada Kebijakan Baru I...
Olahraga
Ini Klasemen Grup A Piala A...
Luar Negeri
Semoga Tidak Ada Korban Jiw...
Ekonomi
Diversifikasi Ekspor Jadi K...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.