Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Suhu Bumi dari Waktu ke Waktu yang Fluktuatif

📅 Jumat, 07 Jun 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Suhu Bumi dari Waktu ke Waktu yang Fluktuatif Doc: AFP

Pada Zaman Es, suhu udara bisa mencapai 21 derajat Celsius lebih dingin dari saat ini dengan suhu rata-rata mendekati 5 derajat Celsius yang menyebabkan meluasnya es di kutub dan bertambahnya gletser di pegunungan.

Karena ulah manusia yang menghamburkan karbon ke udara, saat ini suhu permukaan Bumi cenderung meningkat. Namun di masa lampau sekitar 4 juta tahun yang lalu, planet ini pernah yang mengalami penurunan suhu yang menyebabkan meluasnya es di kawasan kutub dan gletser di pegunungan.

Ketika periode waktu yang disebut dengan Zaman Es (Ice Age), iklim Bumi lebih dingin dari biasanya, dengan lapisan es menutupi kutub dan gletser mendominasi daerah yang lebih tinggi. Pada Zaman Es, hanya terdapat kondisi iklim yang lebih dingin dan lebih hangat yang dikenal sebagai "glasial" dan "interglasial".

Bahkan dalam masa interglasial, es terus menutupi setidaknya satu kutub. Sebaliknya, di luar Zaman Es, suhu lebih tinggi dan lebih stabil, dan es di sekitarnya jauh lebih sedikit. Tercatat Bumi sejauh ini telah melewati setidaknya lima Zaman Es yang signifikan.

Sekilas saja ke kutub es dan puncak-puncak yang membeku, jelas terlihat bahwa zaman yang dihuni manusia saat yang disebut Holosen dari sekitar 12.000 tahun yang lalu hingga sekarang sebenarnya merupakan interglasial atau zaman yang lebih hangat.

Zaman interglasial tersebut mencakup periode geologi Kuarter, yang dimulai sekitar 2,6 juta tahun yang lalu. Periode waktu tersebut mencakup zaman Pleistosen sekitar 2,6 juta tahun yang lalu hingga 12.000 tahun yang lalu, dan zaman Holosen seperti yang telah diterangkan sebelumnya.

Seluruh periode ini ditandai oleh siklus naik turunnya volume lapisan es dan suhu yang terkadang dapat berubah hingga 15 derajat Celsius dalam beberapa dekade. Namun perubahan iklim yang cepat ini dapat berdampak besar di seluruh dunia, mengubah vegetasi dan jenis hewan yang dapat bertahan hidup di area tertentu, dan juga membantu membentuk evolusi manusia.

Definisi ini sebagian besar akan berfokus pada zaman es Kuarter, dan sebagian besar pada dunia yang kurang dikenal di Pleistosen. Zaman ini hidup gajah purba yang disebut mamut (mammoth) yang luar biasa. Ada juga kucing bergigi panjang yang bertahan hidup bersama manusia pemburu-pengumpul awal yang melewati kondisi yang tidak stabil ini.

Setelah lapisan es Antartika pertama kali mulai menyebarkan suhu yang dingin melalui lautan dunia sekitar 38 juta tahun yang lalu, lautan yang mendingin memungkinkan perubahan suhu Bumi menjadi semakin kuat.

Langkah pendinginan utama terjadi sekitar 2,6 juta tahun yang lalu pada awal Kuarter, dan diikuti oleh langkah-langkah sekitar 1,8 juta tahun yang lalu, sekitar 1,8 juta tahun yang lalu, 900.000 tahun yang lalu, dan sekitar 400.000 tahun yang lalu menjadi suhu semakin keras.

Peningkatan kekuatan ini terutama terlihat dari sekitar 900.000 tahun yang lalu dan seterusnya, karena baru pada titik ini glasiasi besar dengan lapisan es yang menutupi dataran tinggi di seluruh Eurasia dan Amerika utara menjadi ciri umum zaman es Kuarter.

Sejak itu, bertahan hidup jelas bukan hal yang mudah karena membutuhkan penanganan kondisi yang jauh lebih ekstrem. Selama perubahan dingin, suhu bisa mencapai 21 derajat Celsius lebih dingin dari saat ini, meskipun suhu rata-rata mendekati 5 derajat Celsius.

Selama glasiasi Kuarter, secara umum, karena jumlah air yang terjebak dalam bentuk beku, permukaan laut bisa mencapai 120 meter lebih rendah dari sekarang. Dengan demikian, lebih banyak daratan yang tidak tertutup untuk dijelajahi spesies dan tempat-tempat seperti Kepulauan Inggris tiba-tiba dapat dijangkau karena Laut Utara akan berubah menjadi semacam Tanah Utara selama masa ini.

Sementara itu, sementara wilayah utara Bumi ditutupi tundra, namun Afrika menjadi lebih kering. Tundra adalah suatu bioma tempat terhambatnya pertumbuhan pohon karena rendahnya suhu lingkungan sekitar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Aldila Tak Mampu Menerobos Semifinal WTA Ningbo

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Aldila Tak Mampu Menerobos ...

El Clasico Jadi Laga Superman Kontra Batman

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
El Clasico Jadi Laga Superm...

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.