Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkes Ajak Masyarakat Hilangkan Stigma Negatif Penderita TBC

📅 Kamis, 06 Jun 2024, 00:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenkes Ajak Masyarakat Hilangkan Stigma Negatif Penderita TBC Doc: ANTARA/Sean Filo Muhamad/Youtube TB Indonesia
Ket. Tangkapan layar - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes RI dr Imran Pambudi dalam webinar berjudul "Kebutuhan Kesehatan Mental dan Psikososial pada Orang dengan TBC" di Jakarta, Rabu (5/6/2024).

Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menghilangkan stigma negatif penderita tuberkulosis (TBC), agar kasus penyakit tersebut dapat ditemukan seluruhnya dan dieliminasi dari negeri ini.

"Kita harus bisa membebaskan mereka (penderita TBC) dariself stigma,stigma dari diri mereka sendiri dalam mencapai eliminasi TBC," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes RI Imran Pambudi dalam webinarberjudul "Kebutuhan Kesehatan Mental dan Psikososial pada Orang dengan TBC" yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu.

Selain mempersulit deteksi penderita TBC, Imran mengungkapkan adanya stigma negatif pada penderita TBC juga menyebabkan para penderitanya putus semangat dalam menjalani terapi yang tengah dijalani.

Sehingga, sambungnya, penderita TBC yang enggan meminum obat tersebut menyebabkan penyakit TBC yang dideritanya berkembang menjadi TBC kebal atau Resisten Obat (TB-RO).

Ia mengungkapkan terdapat penelitian yang menunjukkan penderita TBC yang baru berobat setelah terinfeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis selama dua bulan, yang salah satu penyebabnya adalah stigma buruk masyarakat soal penderita TB.

Imran menilai hal tersebut tentu berbahaya, sebab selama dua bulan tersebut, seorang penderita TBC sangat berpotensi menularkan penyakit tersebut kepada orang lain yang berada di sekitarnya.

"Jadi bagaimana kita bisa mempercepat waktu memulai pengobatan ini juga menjadi hal yang sangat penting. Tentu saja memulai pengobatan ini ada hubungannya juga dengan bagaimana persepsi masyarakat terhadap kebersihan penderita TBC," ujarnya.

Untuk ituImran meminta kepada seluruh masyarakat untuk menghilangkan stigma negatif terkait penderita TBC, karena hal tersebut dapat memutus mata rantai penyebaran TBC, serta mewujudkan upaya dalam mencapai eliminasi TBC di Indonesia pada tahun 2030 mendatang.

Untuk diketahui, laporan Global TB Report Tahun 2023 menyatakan terdapat sebanyak 1.060.000 kasus baru TBC di Indonesia, dimana sekitar 30.000 diantaranya merupakan kasus TBC resisten obat.

Pada tahun lalu Indonesia berhasil menemukan sekitar 821.000 kasus TBC baru, atau sekitar 78 persen dari laporan Global TB Report.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.