Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BRIN Catat Ada 2.850 Spesies Tanaman Obat di Indonesia

📅 Rabu, 05 Jun 2024, 00:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
BRIN Catat Ada 2.850 Spesies Tanaman Obat di Indonesia Doc: ANTARA/Sugiharto Purnama
Ket. Kepala Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional BRIN Sofa Fajriah melakukan aktivitas riset tanaman obat di Puspiptek Serpong, Tangerang, Selasa (4/6/2024).

Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat ada 2.850 spesies tanaman obat yang tumbuh di Indonesia dengan lebih dari 22.000 ramuan obat tradisional yang telah teridentifikasi secara ilmiah.

"Ramuan obat itu diwariskan secara turun temurun. Dengan kekayaan itu tentu kita negara kedua tertinggi (keanekaragaman hayati) setelah Brazil," kata Kepala Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional BRIN Sofa Fajriah saat ditemui di Puspiptek Serpong, Tangerang, Selasa.

Sofa menuturkan Indonesia punya peluang yang terbuka lebar untuk mengembangkan maupun memanfaatkan kekayaan biodiversitas tersebut, salah satunya obat berbahan alam.

Beberapa obat bahan alam yang telah dikembangkan oleh para ilmuwan BRIN, di antaranya obat pemulihan kesehatan hingga pencegahan penyakit. Obat-obatan herbal itu dihasilkan dari tumbuhan, seperti pegagan, benalu, kunyit, sambiloto, dan lain sebagainya.

Kesadaran masyarakat yang meningkat terhadap pentingnya kesehatan berpengaruh terhadap penggunaan obat herbal yang dimanfaatkan oleh masyarakat secara turun temurun.

Saat ini jumlah obat herbal terstandar di Indonesia ada 77 produk dan jumlah fitofarmaka hanya 21 produk. Jumlah itu terbilang masih sedikit jika dibandingkan dengan potensi tanaman obat dan biodiversitas yang dimiliki oleh Indonesia.

Kini bahan baku obat dan obat tradisional tidak hanya dimanfaatkan dalam aspek medis saja tetapi juga sektor non-medis.

"Jamu juga banyak digunakan di non-kesehatan, misalnya industri, pariwisata, ekonomi kreatif, sosial-budaya, kecantikan, kebugaran," kata Sofa.

Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa Indonesia mengimpor bahan baku obat sampai 90 persen. Optimalisasi tanaman obat diproyeksikan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku obat dari negara lain.

Tantangan yang dihadapi dalam pengembangan bahan baku obat dan tanaman obat di Indonesia saat ini adalah bahan baku terstandarisasi dan suplai bahan baku untuk produksi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Rona
Lisa BLACKPINK Rilis EP Sol...
Nasional
SKK Migas Umumkan Kurangi E...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.