Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

“Green Cement' untuk Bangun IKN Berkelanjutan

📅 Selasa, 04 Jun 2024, 03:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
“Green Cement'  untuk Bangun  IKN Berkelanjutan Doc: antara

JAKARTA - Pemerintah berupaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Ibu Kota Nusantara (IKN) sesuai prinsip kota hemat energi dan rendah emisi karbon.Untuk itu, pemerintah menggunakan green cement yang dipasok oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG).

"Sebagai salah satu kementerian yang ditugaskan untuk pembangunan IKN, Kementerian PUPR ingin mendorong pasokan sumber daya material dan peralatan konstruksi berbasis industri dalam negeri yang mampu mendukung prinsip pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan," ucap Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah di Jakarta, Senin (3/6).

Pihaknya pun mendorong kolaborasi antara berbagai BUMN untuk merealisasikan pembangunan berkelanjutan tersebut, salah satunya kerja sama penyediaan green cement, produk berbahan dasar semen, produk turunan semen, dan bahan bangunan lainnya antara SIG dan PT Bina Karya (Persero).

Direktur Utama SIG Donny Arsal menuturkan bahwa green cement menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan semen konvensional (OPC) dalam proses produksinya.

Melalui produksi green cement, pihaknya sejauh ini telah menghasilkan penurunan emisi karbon hingga 38 persen per ton semen lebih rendah dibandingkan OPC.

Donny menyatakan bahwa selain produk berkualitas dan rendah karbon, pihaknya juga memiliki nilai tambah terkait efisiensi untuk jaminan ketersediaan pasokan dan pengiriman yang tepat waktu.

"Selain memiliki portofolio produk-produk dan solusi bahan bangunan rendah karbon, SIG memiliki keunggulan jaringan produksi dan distribusi yang ekstensif yang mampu memenuhi kebutuhan pembangunan di seluruh wilayah di Indonesia," jelasnya.

SIG ditunjuk untuk memasok bahan bangunan guna kebutuhan pembangunan infrastruktur IKN sejak Desember 2022.

Hingga Februari lalu, perseroan telah memasok sekitar 400 ribu ton semen dari fasilitas produksi di Balikpapan dan Samarinda yang letaknya relatif dekat dengan lokasi proyek.

Produk tersebut digunakan untuk pengerjaan Istana Negara, Kantor Presiden, lapangan upacara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), In-take Sepaku, Bendungan Sepaku, serta Jalan Tol IKN Seksi 3A (Karangjoang-KKT Kariangau), Seksi 3B (KKT Kariangau-Simpang Tempadung), dan Seksi 5A (Simpang Tempadung-Jembatan Pulau Balang).

Direktur Utama Bina Karya Boyke Prasetyanto pun berharap agar kolaborasi antara kedua BUMN tersebut dapat berjalan dengan lancar.

"Kami harap, melalui kerja sama ini, semua bangunan di Nusantara tidak hanya mengusung konsep green building, tapi juga green construction karena menggunakan bahan bangunan ramah lingkungan," ujarnya. Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...

Anak Berkarunia Khusus Mendapat Tempat di Jakarta

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Anak Berkarunia Khusus Mend...
Megapolitan
Pemprov Terus Memperbaiki S...
Advertisement
Banjir Rendam Dua Titik di Padang, Tim SAR Gabungan Evakuasi Puluhan Warga.

Banjir Rendam Dua Titik di Padang, Tim SAR Gabungan Evakuasi Puluhan Warga.

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.