Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenlu: Indonesia Terus Perjuangkan Agenda Reformasi PBB

📅 Jumat, 31 Mei 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Kemenlu: Indonesia Terus Perjuangkan Agenda Reformasi PBB Doc: ANTARA/NABIL IHSAN
Ket. Juru Bicara Kemenlu, Lalu Muhamad Iqbal (kiri) menyampaikan pernyataannya dalam taklimat media di Jakarta, Rabu (29/5).

JAKARTA - Indonesia terus memperjuangkan agenda reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya terhadap Dewan Keamanan (DK) PBB. Reformasi pada DK PBB pun semakin penting mengingat hanya badan itulah yang dapat "memaksakan" resolusinya dijalankan oleh negara anggota PBB.

"Sampai saat ini, Indonesia tidak pernah berhenti memperjuangkan reformasi PBB, terutama Dewan Keamanan PBB, yang sudah diperjuangkan sejak dulu," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhamad, dalam taklimat media, di Jakarta, Rabu (29/5).

Dikutip dari Antara, Iqbal mengakui tantangan agenda reformasi PBB saat ini berpangkal dari belum tercapainya kesepakatan terhadap perubahan sistem yang diterima oleh semua negara anggota PBB.

"Ada yang mengusulkan (perubahan) hak veto, ada yang mengusulkan status negara tetap atau negara semi-permanen, dan sebagainya," ucap Iqbal.

Dia menyebut Indonesia menjadi salah satu negara yang paling pertama menyerukan reformasi PBB, seperti yang disampaikan Presiden Soekarno dalam pidatonya, "To Build the World Anew", di hadapan Majelis Umum PBB pada 30 September 1960.

Soekarno dalam pidatonya tersebut menegaskan pentingnya PBB berkembang sesuai dengan realitas zaman, dan salah satu hal yang didorongnya adalah peninjauan kembali fungsi Dewan Keamanan PBB.

Ingatan Kolektif

Arsip pidato tersebut pun telah diakui sebagai Ingatan Kolektif Dunia (Memory of the World) oleh UNESCO pada 2023.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, sebelumnya mengakui muncul desakan dari negara-negara anggota PBB untuk mereformasi organisasi internasional itu selama Sidang ke-78 Majelis Umum PBB pada Oktober 2023.

Ia mengatakan sejumlah pemimpin dunia mengkritik kondisi lembaga-lembaga multilateral yang ada. Para pemimpin juga menyoroti adanya ketidaksesuaian antara institusi pemerintahan global dan realitas ekonomi serta politik dunia.

"Satu per satu pemimpin mengatakan kepada saya bahwa lembaga multilateral kita saat ini tidak membuahkan hasil, dan menyerukan reformasi," kata Guterres dalam pertemuan Agenda Bersama (Common Agenda) di Markas PBB.

Sebelumnya, Guterres mengatakan ada kebutuhan untuk memasukkan partisipasi dan kepemimpinan Afrika dalam arsitektur perdamaian dan keamanan global.

Setelah Perang Dunia II, tambah Guterres, mekanisme tata kelola global, termasuk Dewan Keamanan PBB, dirancang oleh negara-negara terkuat ketika banyak negara Afrika masih dalam proses melepaskan diri dari belenggu kolonialisme. Sejak saat itu, dunia telah berubah. Namun, lembaga-lembaga global belum melakukan perubahan.

"Saat ini, negara-negara Afrika terus ditolak untuk mendapatkan kursi di meja perundingan, termasuk di dewan ini. Dampak dari kesenjangan struktural ini terlihat dengan jelas," ujar Guterres dalam debat terbuka Dewan Keamanan mengenai penguatan peran Afrika guna mengatasi tantangan keamanan dan pembangunan global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.