Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tekanan Pasar untuk Melemahkan Yuan pada Bank Sentral Tiongkok Meningkat

📅 Kamis, 30 Mei 2024, 22:16 WIB | Oleh:
Tekanan Pasar untuk Melemahkan Yuan pada Bank Sentral Tiongkok Meningkat Doc: Istimewa
Ket. Depresiasi yuan akan berdampak besar terhadap perdagangan global, dan berpotensi meningkatkan ketegangan dengan Washington.

BEIJING - Tekanan pasar terhadap Bank Sentral Tiongkok atau People's Bank of China (PBOC) untuk membiarkan yuan melemah baru-baru ini meningkat, karena para pedagang bertaruh bahwa kesenjangan yang besar dengan biaya kredit Amerika Serikat akan menyebabkan lebih banyak investor menjual mata uang Tiongkok tersebut.

PBOC sepanjang tahun ini telah mempertahankan kebijakan yuan yang kuat, menjaga penetapan harian, atau nilai tukar referensi yang memperbolehkan mata uang tersebut diperdagangkan, dalam kisaran yang sangat sempit yaitu 7,09 hingga 7,11 terhadap dolar AS.

Namun mata uang tersebut baru-baru ini diperdagangkan sebanyak 2 persen di bawah tingkat penetapan, variasi maksimum yang diperbolehkan oleh bank sentral, untuk pertama kalinya dalam delapan tahun, yang menunjukkan meningkatnya tekanan jual

Dikutip dari Financial Times, pasar mendorong pelemahan yuan untuk mencerminkan kesenjangan dalam imbal hasil obligasi dengan AS, imbal hasil Treasury 10 tahun diperdagangkan pada 4,57 persen, sementara obligasi pemerintah Tiongkok bertenor 10-tahun hanya menawarkan 2,3 persen. Modal cenderung mengalir ke pasar yang tingkat suku bunganya lebih tinggi.

"Sejumlah besar pedagang memperkirakan depresiasi yuan akan terjadi satu kali saja, serupa dengan apa yang terjadi pada tahun 2015, karena tekanan penurunan yang sangat besar yang terjadi selama beberapa bulan terakhir," kata salah satu pedagang mata uang yang berbasis di Shanghai.

Pada tahun 2015, Tiongkok tiba-tiba mendevaluasi yuan, yang dianggap terlalu tinggi. Hal ini memicu gejolak di pasar keuangan, termasuk penjualan tajam yuan oleh para manajer global, arus keluar modal yang parah, dan penurunan cadangan devisa negara sebesar 1 triliun yuan karena regulator melakukan intervensi untuk mencoba menenangkan pasar.

PBOC saat ini enggan membiarkan perubahan nilai tukar secara cepat, dan lebih memilih stabilitas. Presiden Xi Jinping berbicara tentang "mata uang yang kuat" sebagai salah satu prioritas utamanya pada awal tahun ini, sebagai bagian dari rencana untuk memperkuat status negaranya sebagai kekuatan keuangan. Depresiasi yuan akan berdampak besar terhadap perdagangan global, berpotensi meningkatkan ketegangan dengan Washington karena meningkatkan daya saing impor Tiongkok ke AS.

Suku bunga yang tinggi di negara-negara barat, khususnya Amerika Serikat, baru-baru ini memicu penurunan yang lebih tajam pada mata uang Asia lainnya terhadap dolar.
Meskipun yuan telah melemah sekitar 2 persen terhadap dolar AS tahun ini, yen Jepang telah turun lebih dari 11 persen dan won Korea telah jatuh lebih dari 5 persen. Keduanya merupakan pesaing dagang dengan Tiongkok.

Para analis terbagi mengenai ke arah mana mata uang Tiongkok akan bergerak selanjutnya.

"Penurunan yuan masih mendominasi pasar untuk saat ini," kata ahli strategi valuta asing dan suku bunga Tiongkok di JPMorgan, Tiffany Wang, mencatat dengan banyak investor menunjuk pada kesenjangan suku bunga.

Meskipun Federal Reserve AS, diperkirakan akan mulai menurunkan suku bunganya pada akhir tahun ini, "siklus pemotongan yang lebih dangkal kali ini akan mempertahankan imbal hasil AS di atas Tiongkok di masa mendatang," katanya.

PBOC mengatakan, pihaknya ingin mempertahankan suku bunga tetap rendah atau memangkasnya jika diperlukan, sebagai respons terhadap pelemahan ekonomi Tiongkok yang sedang berlangsung menyusul pandemi virus Korona dan krisis pasar properti.

Sementara itu, beberapa pedagang percaya yuan akan menderita jika Donald Trump memenangkan pemilihan presiden AS pada bulan November dan menaikkan tarif barang-barang Tiongkok.

Wakil direktur pelaksana pertama International Monetary Fund (IMF), Gita Gopinath, mendesak Beijing pada sebuah acara pada hari Rabu (29/5), untuk mempertimbangkan memberikan lebih banyak fleksibilitas pada nilai tukarnya, dengan mengatakan bahwa hal ini "akan mengurangi risiko deflasi dan membantu menyerap guncangan eksternal".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.