Korut Kembali Gagal Luncurkan Satelit Mata-mata
📅 Rabu, 29 Mei 2024, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/ANTHONY WALLACE
SEOUL - Pyongyang pada Senin (27/5) malam menyatakan bahwa upaya terbaru Korea Utara (Korut) untuk menempatkan satelit mata-mata ke orbit berakhir dengan ledakan di udara. Pernyataan Pyongyang itu diungkapkan selang beberapa jam setelah pengumuman rencana peluncurannya dikritik oleh Korea Selatan (Korsel) dan Jepang.
Menempatkan satelit mata-mata ke orbit telah lama menjadi prioritas utama rezim Kim Jong-un, dan pada November lalu mereka mengklaim telah berhasil mengorbitkan satelit mata-mata setelah dua kali upayanya gagal pada tahun lalu.
Korsel mengklaim Korut telah menerima bantuan teknis dari Russia untuk peluncuran itu, sebagai imbalan atas pengiriman kontainer senjata ke Moskwa untuk digunakan di Ukraina.
"Upayanya pada Senin untuk meluncurkan satelit pengintai Malligyong-1-1 berakhir dengan kegagalan setelah meledak di udara pada tahap penerbangan pertama dan gagal diluncurkan," kata Administrasi Teknologi Dirgantara Nasional Korut dalam sebuah pernyataan.
"Sebuah tinjauan para ahli menyimpulkan bahwa penyebab kecelakaan itu adalah keandalan operasional mesin oksigen cair dan oli yang baru dikembangkan," imbuh institusi itu sebagaimana disiarkan oleh kantor beritaKCNA.
Sebaiknya Anda baca juga:
Stasiun penyiaran JepangNHKmemutar rekaman yang tampak seperti proyektil yang menyala di langit malam, yang kemudian meledak menjadi bola api, dan mengatakan bahwa mereka merekamnya dari timur laut Tiongkok pada saat yang sama dengan percobaan peluncuran.
Pyongyang telah memberi tahu Jepang pada Senin pagi bahwa mereka berencana untuk menempatkan satelit lain ke orbit, yang memicu kritik dari Seoul dan Tokyo, yang mendesak Kim Jong-un untuk membatalkan rencana itu.
Sementara militer Korsel mengatakan pihaknya telah mendeteksi peluncuran tersebut namun satelit tersebut diduga meledak di udara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Korut yang memiliki senjata nuklir dilarang oleh berbagai resolusi PBB untuk melakukan uji coba menggunakan teknologi balistik, dan para analis mengatakan ada tumpang tindih teknologi yang signifikan antara kemampuan peluncuran ruang angkasa dan pengembangan misil balistik.
Peluncuran tersebut merupakan tindakan provokatif yang jelas-jelas melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang melarang penggunaan teknologi misil balistik," kata militer Korsel.
Dikecam Seoul
Terkait kegagalan itu, Korsel pada Selasa (28/5) mengecam upaya Pyongyang untuk menempatkan satelit mata-mata kedua ke orbit, dengan mengatakan bahwa peluncuran yang gagal tersebut adalah tindakan provokatif yang mengancam stabilitas regional.
Kantor beritaYonhapmelaporkan pada akhir pekan ini bahwa sekelompok insinyur Russia telah memasuki Korut untuk membantu peluncuran satelit, mengutip seorang pejabat pemerintah.
Namun kemunduran terbaru tidak akan menghalangi Pyongyang untuk mencoba lagi, kata Hong Min, analis senior di Institut Unifikasi Nasional Korea di Seoul, kepadaAFP.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!