Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petani Lebak Tanam Padi Gogo Guna Tingkatkan Produksi Pangan

📅 Senin, 27 Mei 2024, 17:30 WIB | Oleh:
Petani Lebak Tanam Padi Gogo Guna Tingkatkan Produksi Pangan Doc: ANTARA/Mansyur
Ket. Petani memanen padi gogo di lahan darat di Kecamatan Cimarga Kabupaten Lebak guna menggenjot produksi pangan masyarakat.

Rangkasbitung -- Petani Kabupaten Lebak, Banten melakukan gerakan tanam padi gogo di lahan darat untuk meningkatkanproduksi pangan sesuai arahan Menteri Pertanian Arman Sulaiman.

"Kita terus mendorong agar petani melakukan gerakan tanam padi gogo," kata Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar di Rangkasbitung, Lebak, Senin.

Gerakan penanaman padi gogo menjalin kerja sama dengan Kementerian Pertanian di lahan seluas 246 hektare tersebar di Kecamatan Maja, Cimarga dan Banjarsari.

Para petani itu menanam padi gogo varietas inpari 39 dengan produktivitas 5 ton gabah kering pungut per hektare.

Benih varietas inpari 39 bisa dipanen dengan masa tanam 85-90 hari, sehingga waktunya pendek dibandingkan benih varietas lokal hingga 6 bulan.

Selain itu juga benih varietas inpari 39 yang ditanam adalah benih pokok kabel ungu sehingga didorong agar petani menjadi penangkar benih menjadi benih sebar label biru.

"Kami meyakini gerakan tanam padi gogo itu, selain meningkatkan produksi pangan juga bisa dilakukan penangkaran benih label biru," kata Deni.

Menurut dia, petani Kabupaten Lebak dengan kerja sama itu guna memenuhi pangan dan peningkatan ekonomi petani.

Produksi padi gogo di Kabupaten Lebak pada tahun 2023 menyumbangkan ketahanan pangan sebanyak 41 ribu ton gabah kering pungut (GKP) dengan panen seluas 13.912 hektare dan tanam 6.616 hektare.

Produksi sebanyak 41 ribu ton GKP itu, kata dia, jika diakumulasikan menjadi beras diperkirakan sekitar 35 ribu ton setara beras dan mereka petani yang mengembangkan padi gogo di lahan darat.

Selain itu juga tanaman padi gogo lebih murah biaya produksinya dibandingkan padi sawah, karena tidak membutuhkan ketersediaan air juga tanpa menggunakan pupuk kimia.

"Kami berharap gerakan tanam padi gogo di tiga kecamatan dapat menggenjot produksi pangan nasional," katanya menjelaskan.

Ia mengatakan pihaknya juga melestarikan tanam padi gogo yang dilakukan masyarakat kaolotan, termasuk petani Badui.

Selama ini, produksi pangan masyarakat kaolotan menyumbangkan pangan cukup besar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.