Petani Lebak Tanam Padi Gogo Guna Tingkatkan Produksi Pangan
📅 Senin, 27 Mei 2024, 17:30 WIB | Oleh: SujarNamun, benih varietas padi gogo yang dilakukan petani kaolotan adat dari tanam ke panen selama enam bulan.
"Kami tetap melestarikan benih varietas sebagai kekayaan koleksi plasma nutfah," katanya menjelaskan.
Sementara itu, Junaedi (60) seorang petani Banjarsari Kabupaten Lebak mengatakan dirinya lebih memiliki bertani padi gogo karena topografi lahannya perbukitan dan pegunungan, yang sulit dijadikan areal persawahan.
Kebanyakan petani di sini menanam padi gogo di lahan milik Perkebunan Kelapa Sawit dengan sistem tanam tumpang sari dengan tanaman palawija, sayuran dan pisang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu juga biaya produksi tanam padi gogo hanya Rp1 juta per hektare, jauh lebih rendah dibandingkan biaya pengelolaan pada sawah yang mencapai Rp6 juta per hektare.
Sedangkan harga beras padi gogo, kata dia, relatif tinggi di pasaran.
"Kami tahun ini menanam padi gogo bantuan Kementan seluas satu hektare," katanya menjelaskan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!