Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Rancang Sistem Peringatan Dini Berbasis Komunitas untuk Cegah Banjir Bandang

📅 Senin, 27 Mei 2024, 00:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Rancang Sistem Peringatan Dini Berbasis Komunitas untuk Cegah Banjir Bandang Doc: ANTARA/Muhammad Zulfikar
Ket. Aparat TNI berjalan di pinggiran Sungai Batang Katiak pascabanjir lahar dingin Gunung Marapi yang melanda daerah itu pada Sabtu (11/5/2024).

Padang - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama BMKG serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mulai merancang sistem peringatan dini atauearly warning system(EWS) berbasis komunitas dalam upaya mencegah banjir bandang di Sumatera Barat.

"Model EWS yang sedang dirancang oleh tim BMKG adalah sistem peringatan dini berbasis komunitas," kata Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang Suaidi Ahadi di Padang, Ahad.

Rancangan sistem peringatan dini banjir bandang tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Jokowi dalam rangka percepatan penanganan darurat banjir lahar dingin ataugalodoyang melanda Ranah Minang beberapa waktu lalu.

Berbagai evaluasi dilakukan untuk menyusun rancangan sistem peringatan dini yang efektif pada potensi bencana banjir lahar hujan ataugalodoberdasarkan pada pengalaman bencana yang terjadi pada Sabtu malam (11/5) 2024.

"Saat ini BMKG mengusulkan penguatan dan monitoring terkait peringatan dini bencana banjir dan longsor yang ada di sekitar Gunung Marapi," kata Suaidi.

Konsepnya yang dirancang oleh BMKG ialah pemasangan alat monitoring sungai dengan menggunakan radar yang dapat memonitor tingkat ketinggian air sungai. Hal ini berdasarkan hasil pemantauan sungai di wilayah terdampak banjir bandang yang memiliki jenis sungai intermiten.

Jenis sungai tersebut bergantung pada musim yang sedang terjadi. Jika musim hujan maka debit air akan meningkat drastis namun saat musim kemarau air mengering. Sungai intermiten diketahui juga berfluktuasi ekstrem antara kedua musim.

Suaidi menjelaskan secara sederhana EWS akan mengonfirmasi peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG dari cuaca dan getaran tanah. Apabila alarm EWS berbunyi, komunitas siaga bencana yang dimiliki Wali Nagari (kepala desa) di sekitar Gunung Marapi langsung berkoordinasi melakukan evakuasi mandiri.

Untuk mencegah berulangnya banjir lahar dingin yang dapat menimbulkan korban jiwa, BMKG mencatat setidaknya diperlukan pemasangan EWS di 23 titik yang tersebar di Kabupaten Agam, Tanah Datar dan Kota Padang Panjang.

"Harapannya jika 23 titik ini terpasang EWS maka akan selaras dengan terbangunnya komunitas peringatan dini, dan evakuasi dari nagari," kata dia.

Seiring dengan BMKG, saat ini tim BNPB sedang menyurvei lokasi titik pemasangan EWS. Survei dilakukan dengan menggunakan teknologi drone maupun lewat pemantauan areal dari udara menggunakan helikopter.

Usulan BMKG ini nantinya akan dibicarakan lebih detail bersama PVMBG termasuk mendengar dan mempertimbangkan usulan-usulan lain yang disampaikan oleh para akademisi. Sehingga perangkat EWS yang dibangun efektif sebagai kebutuhan informasi di tingkat masyarakat.

"Kita targetkan pemasangan unitearly warning systemini dapat dilaksanakan pada tahun ini," harap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.