Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Air Bisa Jadi Sumber Konflik di Masa Mendatang

📅 Minggu, 26 Mei 2024, 15:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Air Bisa Jadi Sumber Konflik di Masa Mendatang Doc: ANTARA/Muhammad Fauzi Fadilah
Ket. Ilustrasi - Tampungan air di Bendungan Tapin diprioritaskan untuk ketahanan pangan dan air nasional yang dikelola BWS Kalimantan III. Jum'at (22/9/2023).

JAKARTA - Peneliti Pusat Riset Limnologi dan Sumberdaya Air dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ignasius Sutapa mengatakan air bersih tawar yang jumlahnya sangat sedikit ketimbang air laut dapat menjadi sumber konflik di masa mendatang.
"Rebutan air semakin intensif terjadi. Sekarang sudah terjadi di antara para petani kita, di negara lain juga begitu," ujarnya di Jakarta, Minggu (26/5).

Ignasius mengingatkan agar masyarakat menggunakan airsecara bijaksana dengan menerapkan prinsipreduce,reuse, dan recycle.

Menurutnya, air tidak bertambah, sedangkan jumlah penduduk terus bertambah dari hari ke hari dan saat ini telah menyentuh angka 8 miliar jiwa di seluruh dunia.

Kondisi itu menyebabkan tingkat aksesibilitas, kualitas, kuantitas, dan kontinuitasnya cenderung menurun, karena berbagai faktor seperti pencemaran dan siklus air.

"Sementara kebutuhan terus meningkat. Kalau ini tidak diatasi, akan terjadi gap yang semakin tinggi nantinya. Bahkan, air menjadi sumber konflik," kata Ignasius.

Dia berharap Forum Air Sedunia atau World Water Forum ke-10 yang baru saja berlangsung di Bali dapat memberikan semangat agar manusia lebih peduli dan tidak semena-mena terhadap air.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.