Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bogor Perkuat Kota Ramah Anak

📅 Sabtu, 25 Mei 2024, 04:40 WIB | Oleh:
Bogor Perkuat Kota Ramah Anak Doc: ANTARA/HO-Humas Pemkot Bogor
Ket. Pemkot Bogor melakukan perjanjian kerja sama dengan Kejari Kota Bogor untuk memperkuat visi kota ramah anak dan keluarga.

BOGOR - Pemerintah Kota Bogor terus memperkuat diri sebagai kota yang ramah anak dan keluarga. Hal ini sesuai dengan visi misi. Saat ini Bogor menyandang predikat Kota Ramah Anak Nindya.

Perkuatan tersebut diwujudkan dengan kerja sama tiga dinas di lingkup Pemkot Bogor dengan kejaksaan negeri (Kejari). Kerja sama itu tentang penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata usaha negara. Ketiga dinas tersebut adalah Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), serta Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk-KB).

Penandatanganan perjanjian kerja sama dilangsungkan di Aula Kantor Kejari Kota Bogor, Rabu (22/5) siang. Penandatanganan langsung dilakukan oleh Kajari Kota Bogor, Waito Wongateleng, dan para kepala OPD. Mereka disaksikan Sekretaris Daerah, Syarifah Sofiah.

"Kerja sama ini akan memperkuat Bogor sebagai kota ramah anak dan keluarga. Ini sesuai dengan visi misinya," jelas Syarifah. Visi Kota Bogor ingin mewujudkan diri sebagai "kota keluarga." Menurut Syarifah, Bogor harus bersyukur karena sudah menyandang predikat kota layak anak. "Ini yang ingin kita tingkatkan terus menjadi kota layak anak seutuhnya," jelas Syarifah.

Kerja sama ini, sambung Syarifah, sebagai langkah antisipatif untuk permasalahan anak dan keluarga. Syarifah mengatakan, konsekuensi kerja sama, maka ke akan depan ada kegiatan bersama dengan kejari. Sebelumnya juga sudah ada kerja sama seperti dalam pendampingan-pendampingan. Contoh, pengawalan 10 program strategis Kota Bogor.

"Kami selalu berterima kasih kepada kejari dan Forkopimda lain yang selalu membantu. Sudah ada beberapa kerja sama dengan OPD lain," jelas Syarifah. Namun, Kajari Waito Wongateleng menambahkan, perjanjian kali ini merupakan yang perdana. Tujuannya sama untuk menguatkan jika terjadi permasalahan anak dan keluarga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.