Bencana Longsor Landa Papua Nugini, Ratusan Orang Dikhawatirkan Tewas Tertimbun
📅 Sabtu, 25 Mei 2024, 10:37 WIB | Oleh: Tim PenulisPresiden AS Joe Biden mengatakan dia "berduka atas hilangnya nyawa dan kehancuran". Amerika Serikat "siap membantu" dalam upaya pemulihan dengan mitranya termasuk Australia dan Selandia Baru.
Menjelang senja pada hari Jumat, tim penyelamat menggunakan alat penggali mekanis dan peralatan tangan untuk mencoba menemukan korban yang selamat.
Tim tanggap darurat yang terdiri dari petugas medis, militer, polisi, insinyur, dan personel badan PBB telah dikirim ke daerah tersebut.
Perdana Menteri Papua Ngini James Marape mengatakan tim akan membantu "pekerjaan bantuan, evakuasi jenazah, dan rekonstruksi infrastruktur."
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga mereka yang kehilangan nyawa," katanya.
Vincent Pyati, presiden Asosiasi Pengembangan Masyarakat setempat, mengatakan kepada AFP bahwa "longsor terjadi sekitar pukul 03.00 tadi malam dan tampaknya lebih dari 100 rumah terkubur."
"Belum diketahui berapa orang yang berada di rumah tersebut. Jumlah korban belum diketahui."
Sebaiknya Anda baca juga:
Nickson Pakea, presiden Kamar Dagang dan Industri Porgera, mengatakan ada kekhawatiran sekitar 300 orang yang berada di sana pada saat itu, jumlah yang tidak dapat dikonfirmasi.
Badan-badan bantuan termasuk Palang Merah Papua Nugini dan CARE mengatakan mereka bersiaga.
Sekretaris Jenderal sementara Palang Merah PNG Janet Filemon mengatakan kepada AFP, lokasi tanah longsor berada di daerah terpencil dan layanan darurat atau bantuan dapat memerlukan waktu hingga dua hari untuk mencapai daerah tersebut.
Jalan raya terdekat, yang menuju ke kota pertambangan emas Porgera, diblokir sehingga mempersulit upaya bantuan.
Kantor Nasional Penanggulangan Bencana Papua Nugini tidak segera memberikan informasi menganai jumlah korban jiwa.
Palang Merah memperkirakan jumlah orang yang terluka atau tewas bisa mencapai antara 100 dan 500 orang. Namun Filemon mengatakan "berusaha mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai situasi yang ada."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!