Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS dan Australia Temukan Kasus Flu Burung Baru pada Manusia

📅 Jumat, 24 Mei 2024, 00:02 WIB | Oleh:
AS dan Australia Temukan Kasus Flu Burung Baru pada Manusia Doc: CENTERS FOR DISEASE CONTROL AND PREVENTION/AFP
Ket. Virus H5N1

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) dan Australia melaporkan temuan baru kasus flu burung pada manusia. Otoritas kesehatan AS, pada hari Rabu (22/5), mengumumkan temuan tersebut baru kurang dari dua bulan setelah kasus pertama pada manusia ketika wabah ini menyebar luas di kalangan sapi perah.

Menurut pihak berwenang, kedua orang yang terinfeksi virus yang disebut H5N1, pertama di Texas dan yang kedua di Michigan, adalah pekerja peternakan sapi perah yang hanya menderita gejala ringan dan telah pulih.

Dikutip dari Barron, meskipun ada infeksi kedua, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan penilaian risikonya terhadap masyarakat umum masih rendah, namun mereka memperkirakan akan ada lebih banyak kasus lagi.

"Mengingat tingginya tingkat virus dalam susu mentah dari sapi yang terinfeksi, dan tingkat penyebaran virus ini pada sapi perah, kasus serupa pada manusia dapat diidentifikasi," kata CDC.

Namun, infeksi sporadis pada manusia tanpa penyebaran berkelanjutan tidak akan mengubah penilaian risiko CDC untuk masyarakat umum AS, yang menurut CDC rendah. "Kasus terbaru di Michigan terdeteksi pada seorang pekerja di peternakan sapi perah di mana virus H5N1 telah diidentifikasi pada sapi," kata badan tersebut.

Gejala Ringan

Menurut Michigan Health and Human Services, pekerja tersebut hanya mengalami gejala ringan dan telah pulih. Dua spesimen dikumpulkan dari pekerja, satu dari hidung dan satu lagi dari mata, dan hanya spesimen mata yang dinyatakan positif.

"Mirip dengan kasus Texas, pasien hanya melaporkan gejala pada mata," kata CDC.

Hingga hari Rabu, total 52 kawanan ternak di Amerika terinfeksi flu burung di sembilan dari 50 negara bagian.

Secara terpisah, Australia pada Rabu (22/5) melaporkan kasus flu burung pertama pada seorang anak yang menurut pihak berwenang telah terinfeksi di India, tetapi telah pulih sepenuhnya.

Jenis virus lain yang sangat menular juga ditemukan di peternakan telur dekat Melbourne di negara bagian Victoria, Australia tenggara.

Dikutip dari The Straits Times, otoritas kesehatan di Victoria mengatakan pelacakan kontak tidak dapat mengidentifikasi kasus lebih lanjut, dan kemungkinan orang lain tertular sangat kecil karena jenis flu ini tidak mudah menyebar antarmanusia.

"Ini merupakan kasus flu burung yang sangat patogenik pertama yang terkonfirmasi pada manusia di Australia," kata Claire Looker, kepala petugas kesehatan di negara bagian tersebut, dalam sebuah pernyataan.

Kasus ini merupakan deteksi pertama jenis H5N1 pada seseorang atau hewan di negara tersebut. "Anak tersebut mengalami infeksi parah, tetapi tidak lagi sakit dan telah pulih sepenuhnya," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Megapolitan
Terdampak Kekeringan, Pemka...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.