Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berita Duka, Longsor di Sukabumi Tewaskan Penjaga Ponpes

📅 Minggu, 19 Mei 2024, 02:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Berita Duka, Longsor di Sukabumi Tewaskan Penjaga Ponpes Doc: ANTARA/Aditya Rohman
Ket. ANTARA/Aditya Rohman

Sukabumi - Bencana longsor tebing tanah setinggi kurang lebih 15 meter yang terjadi di Kampung Renged, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menewaskan seorang penjaga Pondok Pesantren Yaspida Sukabumi pada Sabtu.

"Korban tanah longsor di RT 10, RW 003, Desa Cipetir, Kecamatan Kadudampit diketahui bernama Jaenudin (39) yang merupakan penjaga Ponpes Yaspida. Korban meninggal dunia setelah tebing tanah setinggi 15 meter yang berada di belakang bangunan yang didiaminya longsor," kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Medi Abdul Hakim di Sukabumi, Sabtu.

Informasi yang dihimpun dari petugas BPBD setempat, bencana tanah longsor di lingkungan ponpes tersebut terjadi sekitar pukul 14:20 WIB yang dipicu oleh hujan deras yang turun sejak Sabtu siang.

Saat kejadian, korban berada di salah satu bangunan milik ponpes yang tepat di belakangnya terdapat tebing tanah dengan ketinggian 15 meter. Diduga hampir setiap hari diguyur hujan deras sehingga tebing tersebut menjadi rapuh dan akhirnya longsor.

Di waktu yang sama, korban sedang berada di dalam bangunan berbentuk rumah dan tidak sempat menyelamatkan diri saat tanah menimbun bangunan itu. Pihak ponpes dan santri yang mengetahui bencana itu, kemudian mencoba memberikan bantuan dan menggali tanah yang menimbun Jaenudin.

Namun, sayangnya korban meninggal di tempat meskipun sempat dilarikan ke klinik terdekat. Diduga korban meninggal karena kehabisan napas saat tubuhnya tertimbun material tanah yang berasal dari tebing tersebut.

Menerima informasi adanya bencana tanah longsor yang menewaskan seorang warga, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kadudampit bersama petugas dari BPBD Kabupaten Sukabumi mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pendataan.

"Dampak bencana ini selain menyebabkan satu korban meninggal, juga mengakibatkan bangunan tersebut rusak berat. Hingga saat ini petugas masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan pemantauan antisipasi terjadinya longsor susulan serta mengimbau warga maupun santri untuk sementara tidak mendekati lokasi," tambahnya.

Medi mengimbau warga Kabupaten Sukabumi untuk selalu waspada karena potensi terjadinya bencana hidrometeorologi cukup tinggi yang dipicu oleh hujan deras dan diprediksi terjadi hingga beberapa hari ke depan sesuai prakiraan cuaca dari BMKG.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
  • Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia
    Preview komentar:
    Terima kasih atas liputan yang mendalam ini; sangat ...
  • Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian
    Preview komentar:
    Bukannya Vivo & BP 92 udah 16.130 dari ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

5 jam yang lalu | Marcellus Widiarto

Ekonomi
Kabar Baik! Rupiah Menguat ...

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Jumlah rumah rusak akibat g...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.