Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Minyak Naik di Tengah Tanda-tanda Peningkatan Permintaan Global

📅 Jumat, 17 Mei 2024, 09:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Minyak Naik di Tengah Tanda-tanda Peningkatan Permintaan Global Doc: nyfed.org
Ket. Ilustrasi.

NEW YORK - Harga minyak naik di jam perdagangan Asia pada Jumat (17/5), dengan patokan global Brent menetapkan kenaikan mingguan pertama dalam tiga minggu di tengah tanda-tanda membaiknya permintaan global dan melambatnya inflasi di konsumen minyak terbesar Amerika Serikat.

Harga minyak mentah Brent naik 21 sen, atau 0,3 persen, menjadi $83,48 per barel pada 00.18 GMT (pukul 7.18 WIB). Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 18 sen, atau 0,2 persen, menjadi $79,41 per barel.

Kontrak berjangka Brent diperkirakan naik sekitar 1 persen setiap minggunya, dan kontrak berjangka WTI diperkirakan naik 1,4 persen.

Penurunan persediaan minyak dan produk olahan di pusat-pusat perdagangan global baru-baru ini telah menciptakan optimisme terhadap pertumbuhan permintaan minyak, membalikkan tren peningkatan stok yang telah membebani harga minyak mentah pada minggu-minggu sebelumnya. Hingga Kamis, harga minyak mentah Brent turun sekitar 10 persen dari harga tertinggi tahun ini sebesar $92,18 per barel pada 12 April.

Persediaan minyak dan bahan bakar AS turun minggu lalu, sementara stok bahan bakar sulingan menengah Singapura turun ke level terendah dalam tiga bulan pada minggu ini. Di pusat perdagangan Amsterdam-Rotterdam-Antwerp di Eropa, stok bensin turun 7,5 persen dalam sepekan hingga Kamis, menurut data dari konsultan Insights Global.

Indikator ekonomi terbaru dari Amerika Serikat telah menambah optimisme terhadap permintaan global. Harga konsumen AS naik kurang dari perkiraan pada bulan April, data menunjukkan pada hari Rabu, meningkatkan ekspektasi penurunan suku bunga di negara tersebut.

Ekspektasi tersebut semakin didukung oleh data pada hari Kamis yang menunjukkan pasar kerja AS yang stabil.

Suku bunga yang lebih rendah dapat membantu melemahkan dolar AS, yang akan membuat minyak lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain dan mendorong permintaan.

"Pasar keuangan kini menaruh taruhan terbesar pada penurunan suku bunga Federal Reserve pada bulan September, yang akan terus melemahkan kekuatan dolar dan mengalihkan kekuatan tersebut ke komoditas dan ekuitas," analis minyak StoneX Alex Hodes mengatakan pada Kamis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.