Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Luwu Catat 2.896 Warga Masih Mengungsi akibat Banjir dan Longsor

📅 Kamis, 16 Mei 2024, 00:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD Luwu Catat 2.896 Warga Masih Mengungsi akibat Banjir dan Longsor Doc: ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulsel
Ket. Kepala Dinas Sosial Sulsel Muhammad Malik Faisal saat menyambangi berbagai posko pengungsian di Kabupaten Luwu guna memastikan bantuan bagi pengungsi terpenuhi pada Selasa malam (14/05/2024).

Makassar - Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu mencatat 2.896 pengungsi yang tersebar di sembilan kecamatan.

Memasuki hari ke-12 pascabencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Luwu, jumlah pengungsi dari berbagai desa di kecamatan terdampak terus bertambah.

Camat Bajo, Kabupaten Luwu, Hidayah melalui keterangannya, Rabu menyebutkan total jumlah pengungsi yang berada di kecamatan itu saat ini berjumlah 1.361 jiwa.

"Hampir semua dari Kecamatan Latimojong Desa Pajang, Bone Posi, Tibussang, Ulu Salu, Buntu Sarek," ucapnya.

Kendati demikian, kebutuhan seribuan pengungsi tersebut terbilang terpenuhi. Mulai dari logistik maupun kesehatan saat ini cukup terpenuhi.

"Alhamdulillah logistik warga dapat terpenuhi baik dari posko induk maupun dari pihak lain. Logistik kami sangat dipedulikan," ungkapnya.

Ada 2.896 pengungsi tersebardi sembilan kecamatan yakni di Masjid Paragusi Kecamatan Latimojong 50 jiwa, Masjid Al Furqon Desa Tibussan 480 jiwa, Kecamatan Kamanre 76 Jiwa, Kecamatan Bajo Barat 575 jiwa, Masjid Desa Bottadi Kecamatan Suli 20 jiwa dan di masjid Babussalam Cimpulimajiwa.

Selanjutnyadi Kantor Desa Kaili Kecamatan Suli Barat sebanyak 8 jiwa, di Dusin Pakke Bupon Kecamatan Bupon sebanyak 52 jiwa, Desa Tampumia Bupon sebanyak 93 jiwa. Lalu di Kecamatan Belopa terdapat 101 pengungsi, Kecamatan Belopa Utara terdapat 48 jiwa, Kecamatan Bajo berjumlah 1.343 jiwa di rumah-rumah warga dan 18 jiwa di Shelter Desa Saronda Bajo.

Selain menempati dua posko pengungsian yang disediakan pemerintah di Desa Kadundung Kecamatan Latimojong dan Desa Saronda Kecamatan Bajo, masyarakat yang mengungsi juga menempati fasilitas-fasilitas umum seperti masjid dan sekolah serta tersebar di rumah warga yang lokasinya aman dari bencana.

Salah seorang warga yang mengungsi di Kecamatan Belopa, Mudun (52 Tahun) yang berasal dari Desa Bonto Sarek, Kecamatan Latimojong mengatakan telah menempati salah satu rumah warga sejak Senin, 6 Mei 2024, tiga hari pasca bencana longsor yang terjadi.

Pria yang berprofesi sebagai petani ini mengatakan telah kehilangan 8 anggota keluarga pada kejadian nahas yang terjadi pukul 3 dini hari.

Delapan anggota keluarganya ditemukan meninggal dunia usai tertimpa bangunan rumah yang tertimbun longsor. Delapan korban tersebut adalah Rumpak (L, 97 Tahun), Jatimah (P, 55 tahun), Rima (P, 84 Tahun), Kapila (P, 84 tahun), Sampe (P, 55 Tahun), Muh. Misdar (L, 29 Tahun), Mawi (P, 57 Tahun), Sukma (P, 9 Tahun). Ke delapan anggota keluarga tersebut berhasil dievakuasi secara mandiri oleh warga di hari pertama longsor terjadi.

"Tidak cukup satu hari mereka sudah ditemukan, oleh warga sendiri," kata dia.

Midun mengaku, berjalan kaki selama 4 jam bersama istri dan kedua anaknya untuk mencapai kediaman warga tempatnya mengungsi hingga hari ke-13 ini. Sebelum menempati posko pengungsian, dia bersama anak dan istrinya sempat menempati masjid di desa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.