Winongo Naik Kelas, Yogyakarta Siapkan Festival Seni Budaya Jadi Agenda Tahunan
📅 Minggu, 14 Jun 2026, 16:30 WIB | Oleh: Tim PenulisYOGYAKARTA – Festival seni budaya tidak hanya berfungsi sebagai ruang ekspresi kreatif, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam memperkuat identitas daerah dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
Melalui berbagai pertunjukan seni, tradisi lokal, dan karya budaya, festival mampu menarik kunjungan wisatawan, meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, serta memperluas promosi destinasi.
Di sisi lain, penyelenggaraan festival secara berkelanjutan menjadi upaya penting dalam menjaga warisan budaya agar tetap relevan di tengah arus modernisasi, sekaligus menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap kekayaan budaya bangsa.
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menargetkan festival seni budaya bertajuk Winongo Art Festival yang digelar Kemantren Ngampilan di selatan Jembatan Serangan Sungai Winongo dapat menjadi agenda rutin tahunan daerah tersebut.
"Targetnya adalah menjadikan Winongo Art Festival sebagai satu kegiatan tahunan, dan bisa mengajak wisatawan untuk berhenti di sini (Winongo)," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan di Yogyakarta, Minggu (14/6).
Sebaiknya Anda baca juga:
Festival seni budaya tersebut untuk pertama kalinya sukses digelar di bantaran Sungai Winongo pada Sabtu (13/6) dengan menampilkan seni budaya, bazar usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), bersih sungai dan menebar benih ikan.
"Karena itu, Pemkot Yogyakarta mendorong agar Winongo Art Festival rutin diadakan dan menjadikan kawasan bantaran sungai sebagai destinasi baru," katanya.
Menurut dia, kegiatan yang dikemas berbasis seni budaya dan bazar UMKM di bantaran Sungai Winongo atas sinergi lintas instansi ini bisa menjadi tujuan baru bagi masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Di sini dekat dengan taman parkir Ngabean dan hotel. Jadi di sini bisa menjadi satu destinasi baru. Misalnya nanti ada pasar sore bisa menjadi kegiatan rutin dan jujukan orang dan wisatawan ke sini," katanya.
Lebih lanjut Wakil Wali Kota mengajak masyarakat untuk melestarikan seni budaya dan alam sungai serta lingkungan akan memberikan manfaat.
Dia mengatakan, untuk menjadi destinasi harus ada budaya yang disajikan seperti tarian dan hasil kegiatan-kegiatan masyarakat seperti produk UMKM.
"Dengan menjadikan bantaran sungai sebagai ruang budaya dan ekonomi, masyarakat akan giat merawat dan membersihkan tempat itu," katanya.
Pemkot berharap kegiatan ini mampu menghidupkan UMKM sekitar. Melalui semangat gotong royong, masyarakat juga diajak untuk melariskan produk-produk lokal tersebut.
"Semangat, kita tumbuhkan bahwa kita bisa, ekonomi kita masih bisa bergerak. Masyarakat semuanya memberikan kontribusi, gotong royong konsepnya," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!