Kekaisaran Ghana, Pusat Perdagangan di Afrika Barat pada Abad Pertengahan
📅 Rabu, 15 Mei 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoIbu kota Kekaisaran Ghana kemungkinan besar adalah Koumbi Saleh. Hal ini karena sejauh ini tidak ada kandidat lain yang layak. Dengan nama lain Ghana, terletak 322 kilometer di utara Bamako modern atau berada di dalam negara Mali.
Ibu kotanya jauh lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya. Dari deskripsi Arab abad pertengahan tentang populasi 40-50.000 jiwa meski angka ini terlihat konservatif. Pada penggalian baru-baru ini, menunjukkan bahwa kota ini tersebar di area seluas 110 hektare dengan banyak permukiman kecil lainnya yang mengelilinginya.
Penggalian juga mengungkapkan sebuah masjid penting, lapangan umum yang besar, dan bagian dari dinding sirkuit dan gerbang monumental. Perumahan biasanya terdiri dari satu lantai dan dibuat dari batu bata yang dikeringkan dengan lumpur, tanah yang ditumbuk, dan kayu atau batu. Semuanya digunakan di wilayah tersebut sejak zaman prasejarah dan masih digunakan sampai sekarang.
Deskripsi Penjelajah
Sebaiknya Anda baca juga:
Penjelajah Arab Al-Bakri, yang berkunjung menjelang akhir sejarah kekaisaran pada 1076 M, mendeskripsikan ibu kota tersebut dikelilingi oleh sumur dan ladang beririgasi tempat banyak sayuran tumbuh.
Dia melanjutkan dengan menyatakan: "Raja memiliki sebuah istana dan sejumlah tempat tinggal berbentuk kubah, semuanya dikelilingi dengan pagar seperti tembok kota. Di sekeliling kota raja terdapat bangunan-bangunan berkubah, hutan kecil, dan semak belukar tempat tinggal para ahli sihir dari orang-orang ini, orang-orang yang bertanggung jawab atas aliran sesat. Di dalamnya terdapat berhala-berhala mereka dan makam raja-raja mereka," tulis dia.
Kekaisaran Ghana dimulai dari desa dengan diperintah oleh seorang raja tunggal. Kekaisaran menjadi makmur berkat tentara terlatih yang memiliki unit kavaleri dan akses terhadap bahan mentah seperti bijih besi. Bahan tambang ini untuk membuat senjata dan simpanan emas untuk membayar tentaranya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pandai besi kemungkinan telah lama menikmati status yang lebih tinggi di wilayah Sudan. Kepemilikan unta dengan kegunaannya sebagai pengangkut barang dan manusia menjadi faktor lain keunggulan orang-orang Soninke dibandingkan rivalnya.
Dengan keunggulan ini, Kekaisaran Ghana memperoleh wilayah baru dan upeti baru dari kepala suku yang ditaklukkan. Dengan cara ini mereka dapat memonopoli perdagangan lokal dan kemudian regional di kawasan tersebut.
Raja Ghana adalah raja absolut dan kepala negara bagian keadilan dan agama. Ada mistik tertentu yang berkembang tentang penguasa, sebagian karena perannya sebagai pemimpin agama animisme di antara rakyatnya.
Penjelajah Al-Bakri menggambarkan raja Ghana sebagai berikut: "Raja berdandan seperti seorang wanita, memakai kalung dan gelang, dan ketika dia duduk di hadapan rakyatnya dia mengenakan peci tinggi berhiaskan emas dan dibalut sorban dari katun halus," tulis dia.
"Di belakang raja berdiri sepuluh baris tentara yang memegang perisai dan pedang berhiaskan emas, dan di sebelah kanannya adalah putra-putra raja bawahan negaranya mengenakan pakaian indah dan rambut mereka dikepang emas," lanjut dia.
Raja memang mengandalkan para penasihat dan, sejak abad ke-11 M, bahkan merekrut pedagang Muslim untuk bertindak sebagai penerjemah dan pejabat yang membantu mengelola perekonomian dan melacak barang-barang yang masuk dan keluar negara. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!