Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kekaisaran Ghana, Pusat Perdagangan di Afrika Barat pada Abad Pertengahan

📅 Rabu, 15 Mei 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Kekaisaran Ghana, Pusat Perdagangan  di Afrika Barat pada Abad Pertengahan Doc: The World History Encyclopedia

Kekaisaran Ghana berkembang di Afrika barat setidaknya dari abad ke-6 hingga ke-13 Masehi. Menempati lahan yang subur di sepanjang aliran Sungai Niger, perekonomiannya ditopang oleh perdagangan besi, dan emas, serta gading.

Wilayah Kekaisaran Ghana terletak di wilayah sabana Sudan barat (Mauritania selatan modern dan Mali) diapit di antara gurun Sahara di utara dan hutan hujan di selatan. Perdagangan kekaisaran ini difasilitasi oleh melimpahnya besi, tembaga, emas, dan gading serta akses mudah ke Sungai Niger dan Senegal serta anak-anak sungainya.

Raja-raja Ghana yang tinggal di ibu kota Koumbi Saleh menjadi sangat kaya, menimbun tumpukan bongkahan emas yang hanya boleh mereka miliki. Akibatnya, reputasi Ghana menyebar ke Afrika utara dan Eropa, yang digambarkan sebagai negeri emas yang menakjubkan.

Namun Kekaisaran Ghana runtuh sejak abad ke-12 M setelah kekeringan, perang saudara, terbukanya jalur perdagangan di tempat lain, dan bangkitnya Kerajaan Sosso yang berkuasa antara 1180-1235 M. Setelah itu muncul pula Kekaisaran Mali antara 1240-1645 M.

Tempat yang menjadi Kekaisaran Ghana berkembang telah dihuni sejak periode Neolitik. Hal ini dibuktikan dengantumuliZaman Besi, megalit, dan sisa-sisa desa yang ditinggalkan.Tumulusbentuk jamak daritumuliadalah sebuah gundukan tanah dan batu yang dibangun di atas makam atau kuburan.

Sungai Niger secara teratur membanjiri sebagian padang rumput dan sabana kering ini. Alirannya menciptakan lahan subur untuk pertanian setidaknya sejak 3.500 tahun yang lalu. Kehidupan di sini sangat terbantu oleh curah hujan tahunan yang memadai.

Sereal seperti beras Afrika berkulit merah danmilletdapat tumbuh dengan baik. Begitu pula kacang-kacangan, tanaman umbi-umbian, tanaman penghasil minyak dan serat, serta buah-buahan. Penangkapan ikan dan penggembalaan sapi dan kambing merupakan sumber makanan penting lainnya.

Deposit tembaga lokal dieksploitasi dan digunakan untuk perdagangan. Di wilayah tersebut sudah ada pengerjaan logam, seperti yang ditunjukkan oleh temuan arkeologis, setidaknya sudah ada sejak abad ke-6 Masehi.

Ditemukan banyak tembikar berkualitas, beberapa di antaranya diperdagangkan di seluruh wilayah, seperti yang ditunjukkan oleh analisis kimia terhadap tanah liat tersebut. Demikian pula, emas mungkin ditambang secara lokal dan kemudian diperdagangkan di sepanjang perairan di wilayah tersebut, meskipun bukti nyata dari periode awal ini masih kurang.

Seluruh sejarah wilayah tersebut dan Kekaisaran Ghana sebelum abad ke-11 M masih belum jelas karena kurangnya sumber tertulis dan sedikitnya hasil arkeologi. Namun, perdagangan di Afrika barat telah meningkat secara dramatis pada abad ke-21 M, dan baik zaman kuno maupun luasnya perdagangan di Afrika barat, khususnya, kini dianggap lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya.

Fondasi pasti Kekaisaran Ghana atau kadang-kadang disebut Kerajaan Ghana, tidak diketahui. Ini mungkin sudah ada sejak abad ke-6 Masehi, namun bukti adanya semacam aparat politik baru terlihat setelahnya.

LamanWorld Historymenyebut, periode kekaisaran mencapai puncaknya terjadi kemungkinan antara abad ke-9 dan ke-11 Masehi. Nama Ghana oleh para ahli kemungkinan besar berasal dari gelar lokal yang berarti raja.

Kekaisaran Ghana sebagian besar terdiri dari orang Soninke (alias Sarakole), yang berbicara bahasa Mande (alias Mandingo). Mereka menempati wilayah sabana antara Sungai Niger (di tenggara) dan Sungai Senegal (di barat daya).

Sungai-sungai ini dan gurun Sahara di utara membentuk segitiga alami padang rumput datar yang akan diduduki Kekaisaran Ghana. Sekarang wilayah ini menjadi bagian selatan Mauritania dan Mali. Wilayah yang didominasi oleh Soninke sering disebut sebagai Wagadu dalam tradisi lisan masyarakat adat atau sebagai Wangara, istilah ahli geografi Muslim untuk Niger Tengah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Kebudayaan Harus Menjadi Id...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...

Wabah Ebola Kongo Tembus 1.000 Kasus

56 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Luar Negeri
Yen Jepang Dekati Titik Ter...

Remake 'The Blair Witch Project' Dijadwalkan Rilis Tahun 2027

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Remake 'The Blair Witch Pro...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.