Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ahli Gizi dari RSCM Sebut Hormon hingga Asupan Gizi Berpengaruh Pada Tinggi Badan Anak

📅 Selasa, 14 Mei 2024, 00:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ahli Gizi dari RSCM Sebut Hormon hingga Asupan Gizi Berpengaruh Pada Tinggi Badan Anak Doc: ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Ket. Arsip foto - Petugas mengukur tinggi badan balita sebagai salah satu upaya kontrol dalam mencegah stunting atau tengkes di Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (31/1/2023).

Jakarta - Ahli gizi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana Jakarta mengatakan hormon pertumbuhan hingga asupan gizi dapat memengaruhi tinggi badan anak untuk terus tumbuh dan berkembang.

"Selain itu ada juga aktivitas fisik dan faktor genetik, meskipun untuk tumbuh optimal dibutuhkan makanan dengan nilai gizi yang berkualitas dan juga aktivitas fisik yang dapat merangsang pertumbuhan tulang sehingga dicapai tinggi badan yang optimal," kata Ahli Gizi Fitri Hudayani SST, M.Gz saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.

Fitri menuturkan bila berdasarkan gender, anak laki-laki dapat tumbuh tinggi sampai usia 20 tahun, sedangkan anak perempuan sampai dengan 18 tahun. Selama masa tersebut, orang tua diharapkan dapat mengoptimalkan asupan gizi yang baik.

Kalaupun terdapat kondisi pertumbuhan anak yang melebihi standar, Fitri menjelaskan ada beberapa faktor penyebab seperti produksi berlebihan dari hormon pertumbuhan yang berperan dalam pertumbuhan atau proses pemanjangan tulang, sehingga membutuhkan pengkajian khusus dari ahlinya.

Terkait dengan mengoptimalkan asupan gizi anak dalam kondisi yang normal,orang tua bisa membantumenstimulusproduksi hormon pertumbuhan dengan cara memberi makanan berprotein yang bersumber dari hewan atau nabati.

Misalnya ikan laut maupun air tawar, daging unggas, daging sapi, telur, protein susu serta tempe, tahu dan sayuran berdaun hijau yang mudah dibeli oleh masyarakat di pasar. Selain itu, kalsium yang berperan dalam pertumbuhan tulang bisa didapat dari susu serta olahannya.

Selama anak masih mengalami tumbuh kembang, Fitri mengatakan orang tua harus memperhatikan pengaturan pola makan anak yang sesuai dengan kebutuhan dan usianya. Disertai dengan aktivitas fisik yang cukup sehingga seimbang antara makanan dan aktivitasnya.

Termasuk memantau berat badan untuk mengetahui apakah anak memiliki berat badan berlebih (obesitas) atau tidak.

"Hindari konsumsi gula yang berlebihan karena dengan konsumsi gula atau karbohidrat sederhana yang berlebih akan meningkatkan risiko obesitas dan diabetes melitus dalam keadaan tersebut dapat memengaruhi hormon pertumbuhan," ujarnya.

Sebelumnya, terdapat warta soal seorang anak laki-laki kelas 6 SD di Kabupaten Kerinci, Jambi yang tinggi badannya mencapai dua meter. Melalui banyak foto yang beredar di media sosial, tampak tubuh anak tersebut lebih besar dibandingkan anak-anak seusianya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.