Riset: Ikan Pari Manta Karang di Perairan Raja Ampat Tergolong 'Anak Rumahan'
📅 Senin, 06 Mei 2024, 15:30 WIB | Oleh: Tim PenulisSecara geografis, masing-masing populasi lokal ini menghuni habitat di tiga wilayah yang berbeda: (1) ekosistem atol Ayau di bagian utara, (2) ekosistem terumbu karang yang sangat luas di sekitar Pulau Waigeo dan di bagian barat laut, dan (3) ekosistem terumbu karang di tenggara Pulau Misool di bagian selatan perairan Raja Ampat.
Luas habitat yang dihuni oleh setiap populasi lokal ini juga jauh berbeda. Luas atol Ayau di utara perairan Raja Ampat paling kecil. Sementara, habitat di sekitar Pulau Waigeo dan Selat Dampier paling luas.
Masing-masing habitat memiliki beberapa area penting, yakni stasiun pembersihan tubuh dan area makan. Dalam satu habitat, mereka sering berpindah-pindah dari satu area ke area lainnya yang berjarak relatif dekat. Mereka hanya sesekali melakukan perjalanan jarak jauh ke area-area serupa di habitat lain di Raja Ampat.
Mengapa pari manta karang jarang berkelana jauh?
Sebaiknya Anda baca juga:
Kami menduga ada dua faktor yang menyebabkan pari manta karang di Raja Ampat jarang berkelana jauh. Faktor pertama adalah pembatas alami (seperti laut dalam) yang menghalangi pari manta karang bermigrasi antarhabitat. Pembatas ini adalah laut dalam (>1,000 meter di bawah permukaan laut) antara atol Ayau dan Pulau Waigeo, serta laut antara Misool dan Kofiau (800-900 m).
Bagi pari manta karang, pergerakan di laut dalam lebih berisiko karena mereka dapat dimangsa predator alami seperti paus seguni (Orcinus orca) maupun hiu-hiu besar yang sering terdapat di laut lepas dan dalam.
Faktor kedua adalah ketersediaan sumber daya yang cukup (seperti makanan dan stasiun pembersihan) di setiap habitat, sehingga mereka tak perlu jauh berkelana untuk memenuhi kebutuhan. Riset kami berhasil mengidentifikasi puluhan area makan dan stasiun pembersihan di setiap habitat yang dihuni populasi lokal pari manta karang di Raja Ampat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bagaimana selanjutnya?
Sejumlah kebijakan dan upaya konservasi memang berhasil menaikkan populasi pari manta karang di Raja Ampat. Namun, usaha pelestarian mereka masih menghadapi tantangan seiring maraknya aktivitas manusia, baik dari sektor perikanan maupun pariwisata, di bagian timur Indonesia. Karena itu, konservasi pari manta karang memerlukan pendekatan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Selama ini, pari manta karang di Raja Ampat dianggap sebagai populasi tunggal dan dikelola sebagai satu unit target pengelolaan. Keberadaan pari manta karang di Raja Ampat sebagai suatu metapopulasi yang terdiri dari tiga populasi lokal memerlukan pembuatan dan penerapan tiga unit pengelolaan. Masing-masing unit berfokus mengelola satu populasi lokal.
Riset kami juga menekankan perlindungan salah satu area krusial bagi berbagai aktivitas pari manta karang di Raja Ampat, tapi belum masuk kawasan perlindungan. Lokasi ini bernama Eagle Rock, terletak di sebelah barat Waigeo. Perlindungan bisa dilakukan melalui perluasan jejaring kawasan konservasi perairan (KKP) Raja Ampat hingga ke Eagle Rock.
Perlindungan Eagle Rock krusial karena koridor migrasi yang menghubungkan antar area penting maupun antarhabitat, baik yang terletak di KKP Misool Timur Selatan, KKP Selat Dampier, KKP Raja Ampat, dan KKP Waigeo Barat. Alasan lainnya yang tak kalah penting adalah, ancaman di area ini meningkat akibat aktivitas pertambangan nikel di Pulau Kawe.
Sejauh ini, kami sudah menyampaikan temuan riset dan rekomendasi kepada otoritas pengelola Kawasan Konservasi Perairan di Kepulauan Raja Ampat. Riset kami juga akan didiskusikan lebih jauh dalam lokakarya pengelolaan pari manta di Raja Ampat pada pertengahan tahun ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!