Riset: Ikan Pari Manta Karang di Perairan Raja Ampat Tergolong 'Anak Rumahan'
📅 Senin, 06 Mei 2024, 15:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation
Edy Setyawan, University of Auckland, Waipapa Taumata Rau
Riset saya bersama tim dari Indonesia, Selandia Baru, dan Australia, berhasil mengungkap fakta bahwa pari manta karang (Mobula alfredi) di perairan Raja Ampat, Papua Barat Daya, cenderung tinggal di habitat masing-masing dengan berhimpun sebagai populasi-populasi lokal. Mereka juga lebih menyukai aktivitas "di dekat rumah".
Temuan ini tak terduga, mengingat pari manta karang termasuk megafauna laut dengan kemampuan berpindah hingga ratusan kilometer. Rekor perpindahan paling jauh, yakni mencapai 1.150 km, dicatat oleh pari manta karang di timur Australia.
Riset kami, terbit di jurnal Royal Society Open Science pada 10 April lalu, menandai langkah krusial dalam memahami pari manta karang yang secara global rentan punah. Secara khusus, riset kami juga dapat membantu pembuat kebijakan untuk memperkuat upaya perlindungannya di perairan Raja Ampat.
Metapopulasi pari manta karang di Raja Ampat
Sebaiknya Anda baca juga:
Adanya populasi-populasi lokal menjadikan pari manta karang di Raja Ampat membentuk sebuah metapopulasi, alih-alih sebagai satu populasi besar. Metapopulasi adalah kumpulan populasi lokal dari satu spesies yang terpisah (di habitat yang berbeda), tapi berada di kawasan geografis yang sama.
Metapopulasi pari manta karang di Raja Ampat terbentuk karena individu-individu bergerak/berpindah dari satu populasi lokal ke populasi lokal lain melalui migrasi maupun persebaran.
Berdasarkan pengamatan kami, individu-individu pari manta karang yang bermigrasi biasanya kembali ke daerah asalnya-acap berlangsung secara musiman. Sementara itu, mereka yang menyebar biasanya tidak kembali ke daerah asalnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pola pergerakan ini membuat percampuran individu antarpopulasi lokal lebih sedikit terjadi dibandingkan percampuran individu dalam suatu populasi lokal.
Adapun metapopulasi pari manta karang kami temukan setelah kami mendeteksi keberadaan dan menelusuri pola pergerakan pari manta karang sejak 2016 hingga 2021 melalui pelacakan akustik (perangkat dengan cara kerja yang mirip mesin presensi di kantor). Pelacakan tersebut kemudian kami kombinasikan dengan analisis jaringan untuk membangun jejaring pergerakan pari manta karang yang terdiri dari simpul dan tautan.
Simpul mewakili area penting bagi pari manta karang (seperti stasiun pembersihan dan area makan), sedangkan tautan mewakili perpindahan antararea penting tersebut.
Kami menemukan, setiap populasi lokal memiliki perbedaan demografis. Per Februari 2024, jumlah pari manta karang yang berhasil diidentifikasi di Misool sekitar 640 individu. Sementara, ada 1.250 individu dan tidak lebih dari 50 individu masing-masing di sekitar Pulau Waigeo dan atol Ayau.
Fakta lainnya, populasi pari manta karang di Misool dan Selat Dampier di selatan Pulau Waigeo juga memiliki laju pertumbuhan yang berbeda.
Sebaran habitat pari manta karang
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!