Perundingan dalam Upaya Capai Gencatan Senjata di Gaza Berlangsung 'Alot'
📅 Senin, 06 Mei 2024, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSeorang pejabat tinggi Israel, yang juga tidak berwenang memberikan komentar, mengatakan pada hari Sabtu bahwa Hamas menggagalkan kemungkinan mencapai kesepakatan dengan menolak memenuhi tuntutannya untuk mengakhiri perang.
Sebuah sumber yang mengetahui perundingan tersebut pada hari Rabu mengatakan bahwa proposal Israel berisi konsesi nyata termasuk periode tenang berkelanjutan, namun sumber tersebut mengatakan penarikan Israel dari Gaza kemungkinan besar masih menjadi perdebatan.
Pejabat Israel pada hari Sabtu mengatakan bahwa Israel belum menyetujui jaminan apa pun bahwa perang akan berakhir.
Negosiasi sebelumnya terhenti karena permintaan Hamas untuk melakukan gencatan senjata jangka panjang dan janji Netanyahu untuk menghancurkan sisa pejuang kelompok tersebut di Kota Rafah di bagian selatan, tempat separuh penduduk Gaza berlindung.
Sebaiknya Anda baca juga:
Israel belum mengirimkan delegasi ke Kairo. Pejabat Israel mengatakan pihaknya akan melakukan hal tersebut hanya jika ada gerakan positif pada kerangka yang diusulkan. "Negosiasi yang 'alot' dan panjang diperkirakan akan menghasilkan kesepakatan nyata," tambah pejabat itu.
Netanyahu telah berjanji untuk menyerang Rafah terlepas dari apakah gencatan senjata tercapai, dan meskipun ada kekhawatiran dari AS, negara-negara lain, dan kelompok bantuan.
Blinken, pada hari Jumat, mengatakan Israel belum mengajukan rencana untuk melindungi warga sipil. "Tanpa hal tersebut, kami tidak dapat mendukung operasi militer besar-besaran di Rafah karena kerusakan yang ditimbulkannya melebihi batas yang dapat diterima," kata Blinken.
Sebaiknya Anda baca juga:
Netanyahu pada hari Kamis berjanji untuk melakukan apa yang diperlukan untuk memenangkan dan mengatasi musuh kita, termasuk di Rafah.
Pada awal perang, Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, mengatakan negaranya akan memberlakukan pengepungan total yang menghalangi makanan, air, dan pasokan lainnya.
Permintaan yang terus-menerus dari kelompok-kelompok bantuan, PBB dan para pemimpin dunia untuk mendapatkan akses yang lebih besar telah membuahkan hasil.
Israel mengatakan perbatasn Erez di Gaza utara telah dibuka kembali untuk masuknya bantuan, dan bantuan telah tiba melalui pelabuhan Ashdod di Israel
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!