Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

World Water Forum 2024 Diminta Hentikan Air Jadi Alat Perang

📅 Sabtu, 04 Mei 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
World Water Forum 2024 Diminta Hentikan Air Jadi Alat Perang Doc: ANTARA/Xinhua/Rizek Abdeljawad
Ket. Air limbah terlihat di kamp pengungsi di Kota Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, Palestina.

JAKARTA - Organisasi Masyarakat Sipil, Indonesia for Global Justice (IGJ) menilai Forum Air Sedunia atau World Water Forum 2024 harus mampu menghentikan air sebagai alat perang seperti yang terjadi pada konflik Israel dan Palestina.

"Bisa dilihat kasus konflik Israel-Palestina saat ini menjadikan air sebagai alat perang," kata Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice (IGJ), Rahmat Maulana Sidik, di Jakarta, Kamis (2/5).

Dikutip dari Antara, Maulana menilai negara-negara dunia khususnya yang tergabung dalam World Water Forum, seperti Inggris Raya, Kanada, dan beberapa negara Eropa lainnya mendukung Water Apartheid atas tindakan Israel terhadap Palestina.

Penilaiannya itu merujuk kepada Kementerian Kesehatan Palestina yang mengatakan setiap orang yang tinggal di Jalur Gaza meminum air yang tidak aman karena Israel melarang penggunaan klorin atau alternatif apa pun untuk mengolah air minum.

Sehingga, lanjut Maulana, Indonesia selaku tuan rumah bisa World Water Forum yang akan diadakan di Bali pada 18-25 Mei 2024, bisa menjadikan forum tersebut untuk mendorong negara-negara WWF mewujudkan kesejahteraan negara-negara miskin dan konflik melalui ketersediaan air.

Ia khawatir WWF hanya akan dijadikan legitimasi bagi korporasi atau sektor swasta dalam penguasaan air di dunia, termasuk Indonesia.

Jika itu terjadi, menurut dia, slogan yang dibawa dalam WWF Bali 2024 berupa "Water for Shared Prosperity" atau "Air untuk Kemakmuran Bersama tidak akan terwujud.

"Indonesia punya peran penting untuk mendorong dan melobi negara-negara WWF yang selama ini anti kemerdekaan Palestina agar dalam ranah perjuangan yang sama," ujar dia.

Selain mengangkat tema "Water for Shared Prosperity", WWF ke-10 akan fokus membahas empat aspek, yakni konservasi air (water conservation), air bersih dan sanitasi (clean water and sanitation), ketahanan pangan dan energi (food and energy security), serta mitigasi bencana alam (mitigation of natural disasters).

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan memperjuangkan inovasi pendanaan berkelanjutan bagi infrastruktur air bersih dan sanitasi di Indonesia dalam perhelatan WWF.

Program atau upaya tersebut adalah layanan ketersediaan air bersih dan sanitasi, meliputi pengembangan infrastruktur dengan memperjuangkan inovasi pendanaan berkelanjutan dan dukungan teknis untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur air bersih dan sanitasi di Indonesia.

Aspek yang akan turut diperjuangkan Indonesia adalah peningkatan kualitas air dengan mendorong inisiatif untuk peningkatan kualitas sumber air melalui teknologi pengolahan air yang lebih efektif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Naomi Siap Hadapi Elise Mertens

29 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Olahraga
Crysencio Summerville

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.