Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Seni Wayang Potehi Berusaha Meraup Perhatian Generasi Digital

📅 Kamis, 02 Mei 2024, 13:11 WIB | Oleh:

2. Musik, perlu adanya keselarasan antara musik dan jalannya cerita. Juga perlu mempertimbangkan perpaduan dengan musik lokal.

3. Tema/Cerita, selama ini yang ditampilkan adalah cerita-cerita klasik (misal Sie Djien Kwie). Mungkin perlu dipikirkan untuk membuat cerita-cerita modifikasi atau genre yang berbeda, sehingga lebih variatif. Mungkin juga perlu dibikin kontekstualisasi cerita atau cerita 'carangan' seperti dalam pewayangan, yang seperti kita tahu berasal dari India, namun mempunyai karakter-karakter yang khas Indonesia seperti para punakawan.

4. Durasi, m terkait dengan cerita juga, kemampuan orang untuk 'tune-in' saat ini sudah kurang.

Lebih lanjut Udaya Halim mengusulkan pendirian 'potehi center' untuk menjadi pusat pengembangan kesenian wayang potehi. Pusat pengembangan ini juga harus bisa hidup secara ekonomi, misalnya dengan mengadakan lokakarya, museum, penjualan cendera mata, dsb.

Hal ini ditanggapi baik oleh Perkumpulan Rasa Dharma (Boen Hian Tong). Harjanto Halim mengatakan bahwa saat ini mereka sedang menyiapkan sebuah mobil bak terbuka yang nantinya akan dimodifikasi menjadi panggung wayang potehi keliling.

Harjanto berharap pertunjukan wayang potehi akan lebih mudah lagi menjangkau berbagai tempat seperti sekolah-sekolah. Toni Harsono direncanakan akan menggawangi wayang potehi keliling ini. Lebih lanjut Harjanto juga mengemukakan niatan untuk membuat museum potehi di Gedung Rasa Dharma, sekaligus menjadi tempat belajar potehi bagi siapa pun yang berminat. Ada harapan yang dicanangkan bahwa wayang potehi bisa mengikuti perkembangan zaman dengan melakukan kontekstualisasi pada situasi dan kondisi Indonesia, dengan tetap memegang prinsip-prinsip utamanya.

"Dalang potehi jangan dijadikan profesi. Wayang potehi harus dimaknai sebagai kesenian." Tersirat dalam pesan tersebut bahwa untuk bisa hidup, wayang potehi membutuhkan kecintaan dan pengabdian dari para pelakunya, tak sekedar keuntungan komersial," bunyi pesan Maestro wayang potehi asal Semarang, almarhum Thio Tiong Gie, semasa hidupnya kepada anak-anaknya.

Semangat ini sejalan dengan awal mula kelahiran wayang potehi. Lima terpidana mati memainkan pertunjukan boneka untuk menghibur diri. Tak dinyana, mereka justru diganjar pengampunan, karena berkenan di hati sang Kaisar. Dari mati menjadi hidup. Semoga demikian pula wayang potehi di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.