Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Yen Jatuh hingga 160 per Dollar AS, Pertama Kalinya Sejak 1990

📅 Senin, 29 Apr 2024, 10:32 WIB | Oleh:
Yen Jatuh hingga 160 per Dollar AS, Pertama Kalinya Sejak 1990 Doc: CNBC/Stanislav Kogiku/SOPA Images/LightRocket/Gett
Ket. Lembaran uang kertas yen Jepang.

Yen Jepang melemah hingga 160 per dollar AS pada perdagangan Senin (29/4) pagi di Asia.

Menurut data FactSet, yen sempat menyentuh 160,03 terhadap dollar, level terlemah sejak April 1990 ketika menyentuh 160,15.

CNBC melaporkan, mata uang ini melemah seiring dengan berlanjutnya penguatan greenback karena ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve terdorong kembali. Indeks inflasi pilihan The Fed dirilis sedikit lebih tinggi dari perkiraan pada hari Jumat (26/4), menggarisbawahi kesulitan yang dihadapi bank sentral AS dalam mengatasi inflasi yang kaku.

Yen telah diperdagangkan sekitar 150 atau lebih lemah terhadap dollar sejak Bank of Japan mengakhiri rezim suku bunga negatifnya pada bulan Maret. Pada hari Jumat, bank sentral mempertahankan suku bunga dan sedikit menaikkan ekspektasi inflasi untuk tahun fiskal 2024.

Dalam konferensi pers hari Jumat, Gubernur BOJ Kazuo Ueda mengatakan volatilitas nilai tukar hanya akan mempengaruhi kebijakan moneter jika ada dampak "signifikan" terhadap perekonomian, menurut pernyataannya yang diterjemahkan Reuters.

"Jika pergerakan yen berdampak pada perekonomian dan harga yang sulit untuk diabaikan, itu bisa menjadi alasan untuk menyesuaikan kebijakan," kata Ueda, menurut terjemahan Reuters.

Intervensi Yen

Pihak berwenang Jepang telah berulang kali memperingatkan terhadap pergerakan "berlebihan" pada yen, namun belum membuat pengumuman resmi mengenai penguatan mata uang tersebut. Beberapa pengamat pasar menduga pihak berwenang akan melakukan intervensi pada level 155, namun yen melemah melewati angka tersebut pada minggu lalu.

Vincent Chung, manajer portofolio asosiasi untuk strategi obligasi pendapatan terdiversifikasi T. Rowe Price, mencatat, para pejabat tampaknya lebih fokus pada volatilitas mata uang daripada tingkat tertentu.

"Laju depresiasi saat ini lebih kecil dibandingkan tahun 2022 sehingga respons intervensi bisa menjadi kurang intens," kata Chun. Ia mencatat bahwa penetapan harga opsi menunjukkan pasar memperkirakan intervensi bisa dilakukan setelah pertemuan BOJ pada bulan Mei.

Pakar lain membuat pernyataan serupa. Kepada CNBC mengatakan bahwa tidak ada "garis ajaib" untuk intervensi yen. Pekan lalu, Frederic Neumann, kepala ekonom HSBC Asia dan salah satu kepala penelitian global di Asia, mengatakan, hal yang lebih penting adalah memantau bagaimana yen melemah.

Jika yen mengalami "depresiasi yang stabil," ekonom tersebut mengatakan mungkin tidak akan ada banyak penolakan dari otoritas Jepang.

Jesper Koll, direktur ahli di perusahaan penasihat investasi Monex Group, memperkirakan pejabat Jepang akan mengambil tindakan jika yen bergerak lebih dari 3-5 yen dalam 12 jam, yaitu ketika yen mengalami serangan spekulatif yang sebenarnya.

Berbicara tak lama setelah yen mencapai 160 pada hari Senin, Koll mengatakan intervensi apa pun "akan menyia-nyiakan aset nasional Jepang" karena negara tersebut menjual dolar AS untuk membeli yen. Koll mengatakan yen bisa semakin melemah hingga 200-220 terhadap greenback, jika tidak ada perubahan mendasar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.