Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BNPB: 3.614 Rumah & Fasilitas Publik Rusak Terdampak Erupsi Gunung Ruang

📅 Senin, 22 Apr 2024, 17:24 WIB | Oleh:
BNPB: 3.614 Rumah & Fasilitas Publik Rusak Terdampak Erupsi Gunung Ruang Doc: ANTARA/HO-Basarnas Sulut
Ket. Foto udara kondisi pemukiman penduduk Desa Laingpatehi di kaki Gunung Ruang, Sulawesi Utara, Jumat (19/4) pukul 12.07 WITA.

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total rumah warga dan fasilitas publik yang rusak di Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, akibat terkena material erupsi Gunung Ruang sebanyak 3.614 unit.

Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansyah dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin, mengatakan dari tiga ribu lebih rumah warga yang rusak ada dua gereja dan satu gedung Sekolah Dasar (SD).

Masing-masing fasilitas publik yang rusak itu tersebar di dua kelurahan dan 13 desa, antara lain di wilayah Pumpente, Laingpatehi, Mahangiang, Tulusan Barangka Pehe, Apengsala, Lesah Rende, Pahiama, Boto, Leseh, Bahoi, dan Balehumara.

?????BNPB mengkonfirmasi kerusakan dengan skala ringan hingga berat tersebut terjadi setelah bangunan terkena material yang dilontarkan dan goncangan saat Gunung Ruang erupsi pada Kamis (18/4). Kerusakan pun diperparah akibat jarak rumah dengan puncak Gunung Ruang yang terpaut dekat yakni di bawah radius sekitar 8-10 kilometer.

"Yang harus disyukuri hingga sejauh ini tidak ada laporan jatuhnya korban jiwa atas bencana vulkanologi ini," kata dia.

??????Ia memastikan pemerintah akan mencarikan jalan keluar terkait rehabilitasi atas kerusakan yang ditimbulkan setelah kondisi sudah benar-benar kondusif.

Adapun salah satu yang dibutuhkan untuk mempercepat rehabilitasi itu terealisasi adalah pendataan penduduk terdampak dan data kepemilikan rumah yang lengkap.

Sebaiknya Anda baca juga:

Dengan demikian, kata dia, BNBP berharap pendataan tersebut disegerakan oleh seluruh unsur yang terlibat dalam operasi darurat penanggulangan bencana erupsi Gunung Ruang, tak terkecuali satuan tugas tingkat pemerintah daerah (pemda) setempat.

Hal tersebut, menurut dia, karena data-data tersebut akan menjadi dasar acuan pemenuhan kebutuhan, termasuk ketika program rehabilitasi dan rekonstruksi dijalankan secara paralel.

"Terlepas dari itu semua, sejauh ini upaya tim gabungan dalam penanganan darurat dan penyelamatan masyarakat terdampak sudah berjalan dengan baik," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.