Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

WHO Mengkhawatirkan Kasus Flu Burung pada Manusia

📅 Jumat, 19 Apr 2024, 00:28 WIB | Oleh:
WHO Mengkhawatirkan Kasus Flu Burung pada Manusia Doc: ANTARA/HO-Wikipedia
Ket. Ilustrasi. Badan kesehatan dunia (WHO).

JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia atauWorld Health Organization (WHO) menyuarakan kekhawatirannya atas meningkatnya penyebaran flu burung H5N1 ke spesies baru, termasuk manusia, yang menghadapi tingkat kematian yang "sangat tinggi".

"Saya pikir hal ini masih menjadi kekhawatiran yang sangat besar," kata Kepala Ilmuwan Badan Kesehatan PBB, Jeremy Farrar, kepada wartawan di Jenewa, Kamis (18/4).

Dikutip dari Barron, wabah flu burung yang terjadi saat ini dimulai pada tahun 2020 dan telah menyebabkan kematian puluhan juta unggas, burung liar juga terinfeksi, begitu pula mamalia darat dan laut.

Sapi dan kambing masuk dalam daftar tersebut bulan lalu, sebuah perkembangan yang mengejutkan bagi para ahli karena mereka tidak dianggap rentan terhadap jenis influenza ini. "Strain A (H5N1) telah menjadi pandemi hewan zoonosis global," kata Farrar.

"Tentu saja kekhawatiran terbesarnya adalah ketika menginfeksi bebek dan ayam dan kemudian mamalia, virus tersebut kini berevolusi dan mengembangkan kemampuan untuk menginfeksi manusia dan kemudian kemampuan untuk berpindah dari manusia ke manusia."

Sejauh ini, belum ada bukti bahwa virus influenza A (H5N1) menyebar antar manusia. "Namun dari ratusan kasus di mana manusia tertular melalui kontak dengan hewan, angka kematiannya sangat tinggi," kata Farrar.

Sejak awal tahun 2023 hingga 1 April tahun ini, WHO menyatakan telah mencatat 463 kematian dari 889 kasus pada manusia di 23 negara, sehingga tingkat kematian kasus mencapai 52 persen.

Dalam perkembangan yang mengkhawatirkan, pihak berwenang AS pada awal bulan ini mengatakan seseorang di Texas sedang dalam masa pemulihan dari flu burung setelah terpapar pada sapi perah.

Ini merupakan kasus kedua di mana manusia dinyatakan positif mengidap flu burung di negara tersebut, dan terjadi setelah virus tersebut membuat sakit ternak yang tampaknya terpapar pada burung liar di Texas, Kansas, dan negara bagian lainnya.

Tampaknya ini juga merupakan infeksi pertama virus influenza A (H5N1) pada manusia melalui kontak dengan mamalia yang terinfeksi, kata WHO.

"Ketika Anda memasuki populasi mamalia maka Anda semakin dekat dengan manusia," kata Farrar, seraya memperingatkan bahwa "virus ini hanya mencari inang baru yang baru".

Farrar menyerukan peningkatan pemantauan. "Sangat penting untuk memahami berapa banyak infeksi pada manusia yang terjadi. karena di sanalah adaptasi (virus) akan terjadi," tambahnya.

"Ini adalah hal yang tragis untuk dikatakan, tapi jika saya tertular H5N1 dan saya meninggal, itulah akhir dari segalanya. Jika saya berkeliling komunitas dan menyebarkannya ke orang lain maka siklusnya akan dimulai."

Ia mengatakan upaya-upaya sedang dilakukan untuk mengembangkan vaksin dan pengobatan H5N1, dan menekankan perlunya memastikan bahwa otoritas kesehatan regional dan nasional di seluruh dunia mempunyai kapasitas untuk mendiagnosis virus tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daya Beli dan Ketahanan Ekonomi Jakarta Terjaga

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Daya Beli dan Ketahanan Eko...
Daerah
Kejati Sumbar Bantah Telah ...
Nasional
Polda Metro Jaya Minta Imig...

Andoni Iraola Bertekad Bangun Liverpool

37 menit yang lalu | Sriyono

Olahraga
Andoni Iraola Bertekad Bang...
Megapolitan
Hari Pertama Sekolah Tergan...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.