Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Modal Keluar Berpotensi Meningkat

📅 Kamis, 18 Apr 2024, 08:41 WIB | Oleh:
Modal Keluar Berpotensi Meningkat Doc: ANTARA/ERLANGGA BREGAS
Ket. IHSG MELEMAH - Pekerja mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4). IHSG, Rabu (17/4) ditutup melemah 33,97 poin atau 0,47 persen ke posisi 7.130,83.

JAKARTA - Aliran modal keluar dari pasar saham dan obligasi Indonesia berpotensi meningkat jika konflik Iran dan Israel terus memanas. Konflik di Timur Tengah meningkatkan ketidakpastian global sehingga menyebabkan investor menarik dana dari aset-aset berisiko tinggi, terutama dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Aliran modal keluar dari pasar saham dan obligasi Indonesia dikhawatirkan akan meningkat setelah konflik antara Iran dan Israel meningkat," kata Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, di Jakarta, Rabu (17/4).

Josua menambahkan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah mendorong pelaku pasar untuk memilih berinvestasi pada aset-aset safe haven, salah satunya dollar AS. Kondisi tersebut menyebabkan mata uang negara-negara lain, terutama negara berkembang seperti Indonesia, berpotensi melemah.

Indeks dollar AS naik ke kisaran 106 menyusul eskalasi konflik antara Iran dan Israel. Kondisi tersebut menjadi kabar buruk bagi nilai tukar rupiah yang tahun ini sangat dipengaruhi oleh pergerakan inflasi Amerika Serikat (AS) dan kebijakan moneter bank sentral AS atau the Fed.

"Rupiah diprediksi terus terdepresiasi jika konflik ini terus memanas dan berlanjut," ujar Josua.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di akhir perdagangan, Rabu (17/4), ditutup melemah 44 poin atau 0,28 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.220 rupiah per dollar AS.

Tekanan serupa terjadi di pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (17/4) sore, ditutup melemah 33,97 poin atau 0,47 persen ke posisi 7.130,83.

Seperti diketahui, kondisi global tengah berhadapan dengan ketegangan konflik antara Iran dengan Israel. Permusuhan terbaru antara Iran dan Israel dipicu serangan terhadap Konsulat Iran di Damaskus, Suriah, pada 1 April lalu. Serangan itu menewaskan sedikitnya tujuh anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran.

Iran menuding Israel bertanggung jawab atas serangan fatal tersebut. Iran kemudian melancarkan serangan balasan dengan menembakkan puluhan rudal balistik dan ratusan drone ke Israel, Sabtu (13/4) malam.

Jaga Stabilitas

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyoroti pentingnya menjaga stabilitas keuangan untuk mengantisipasi imbas konflik Iran-Israel yang menyebabkan kemerosotan nilai tukar mata uang terhadap dollar AS dan pelemahan pasar modal.

"Di pasar keuangan, kami melihat indeks dollar AS mengalami penguatan terhadap (mata uang) berbagai negara," kata Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (16/4).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.