Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

The Fed Diperkirakan Tahan Bunga Tinggi Lebih Lama

📅 Rabu, 17 Apr 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Kondisi tersebut, kata Suhartoko, akan meningkatkan permintaan dollar AS yang membuatnya semakin terapresiasi. The Fed pun terus mempertahankan suku bunga tinggi, sehingga tidak memberi ruang yang cukup kepada bank sentral lain, termasuk Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan suku bunga.

"Jika BI turunkan suku bunga, akan berdampak kepada capital outflow dan pelemahan rupiah. Oleh karena itu, BI harus meningkatkan penawaran dollar AS dengan bekerja sama dengan bank sentral negara lain dengan perjanjian pinjaman siaga penyediaan dollar AS untuk intervensi dan berjaga jaga," katanya.

Agar kredit investasi terjaga, dia meminta BI menggunakan instrumen makroprudensial yang dilonggarkan, sehingga likuiditas perbankan tetap mencukupi. Dengan demikian, tingginya suku bunga acuan hanya berdampak di pasar keuangan.

Sementara itu, analis ICDX, Taufan Dimas Hareva, di Jakarta, Selasa (16/4), mengatakan pelemahan rupiah di akhir perdagangan terimbas rilis angka penjualan ritel AS yang lebih baik dari perkiraan.

Taufan mengatakan data penjualan ritel AS yang lebih kuat itu memperkuat ekspektasi bahwa the Fed dapat mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lama.

Data makroekonomi AS melaporkan penjualan ritel secara bulanan tumbuh kuat sebesar 0,7 persen dari ekspektasi 0,3 persen. Pada Februari, data penjualan ritel naik 0,9 persen, direvisi naik dari 0,6 persen.

Data penjualan ritel adalah salah satu indikator utama belanja konsumen, yang mencakup lebih dari dua pertiga perekonomian AS. Belanja rumah tangga yang lebih tinggi menunjukkan prospek inflasi yang sulit.

Angka-angka tersebut menyoroti prospek perekonomian AS yang kuat dan mendukung pandangan bahwa the Fed harus mempertahankan suku bunga pada tingkat tinggi untuk waktu yang lebih lama.

Di samping itu, para pejabat the Fed telah menegaskan kembali perlunya mempertahankan suku bunga lebih tinggi sampai mereka yakin bahwa inflasi akan kembali ke tingkat yang diinginkan yaitu 2 persen.

Presiden Bank Fed San Francisco, Mary Daly, mengatakan pada Jumat bahwa sama sekali tidak ada urgensi untuk mulai menurunkan suku bunga. Daly menambahkan, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memastikan inflasi kembali ke tingkat yang diinginkan, yaitu 2 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...
Megapolitan
Para Kader Posyandu Tangera...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.