Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

The Fed Diperkirakan Tahan Bunga Tinggi Lebih Lama

📅 Rabu, 17 Apr 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
The Fed Diperkirakan Tahan Bunga Tinggi Lebih Lama Doc: ISTIMEWA
Ket. The Federal Reserve System (The Fed)

» Tingkat pengangguran AS turun menjadi 3,8 persen pada Maret 2024 dari 3,9 persen bulan sebelumnya.

» Prospek ekonomi AS yang kuat, dukung pandangan bahwa the Fed harus mempertahankan suku bunga.

JAKARTA - Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan Fed Funds Rate (FFR) di level tinggi dalam waktu yang lebih lama atau higher for longer. Hal itu karena data ekonomi AS menguat, sementara inflasi masih jauh dari target 2 persen.

Ekonom Bank Mandiri, Reny Eka Putri, kepada Antara di Jakarta, Selasa (16/4), mengatakan data perekonomian Amerika Serikat (AS) yang terus membaik membuat pelaku pasar berspekulasi bahwa the Fed akan terus mempertahankan suku bunga acuannya di level tinggi lebih lama sehingga mendorong penguatan dollar AS.

The Fed memperkirakan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS akan lebih baik pada 2024. The Fed optimistis perekonomian masih kuat meski FFR di level tinggi. Tingkat pengangguran AS, tuturnya, juga turun menjadi 3,8 persen pada Maret 2024 dari 3,9 persen pada bulan sebelumnya.

Selain itu, penjualan ritel AS melonjak sebesar 0,7 persen secara bulanan (month to month (mtm) atau dari bulan sebelumnya pada Maret 2024.

Inflasi AS pun masih di atas target bank sentral AS sebesar 2 persen. Indeks harga pengeluaran konsumsi personel (PCE) AS dilaporkan sebesar 2,5 persen secara year on year (yoy) pada Februari 2024, lebih tinggi dari 2,4 persen (yoy) pada Januari 2024.

Selanjutnya, data inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) AS dirilis sebesar 3,5 persen pada Maret 2024, di atas ekspektasi sebesar 3,4 persen dan dari bulan sebelumnya sebesar 3,2 persen.

"Pemangkasan pertama FFR mungkin akan semakin tertunda," kata Reny.

Berdasarkan konsensus pasar dari CME Group Fed Watch Tools, penurunan FFR dengan probabilitas tertinggi sebesar 45,7 persen hanya akan terjadi pada September 2024, mundur dari prediksi sebelumnya yang memperkirakan pasar akan turun terlebih dahulu pada Maret 2024.

Indeks dollar AS pun terus menguat, naik di atas 106, yang merupakan level tertinggi dalam lima bulan terakhir, seiring dengan semakin banyaknya bukti ketahanan perekonomian AS yang memperkuat spekulasi bahwa the Fed akan menahan diri untuk tidak menurunkan suku bunganya lebih lama.

"The Fed belum mengubah pandangannya mengenai penurunan suku bunga tahun ini. The Fed menyatakan kekhawatirannya bahwa inflasi tidak turun cukup cepat," katanya.

Harga Minyak

Diminta terpisah, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, YB. Suhartoko, mengatakan saat ini kurs rupiah terhadap dollar AS terus melemah, di tengah potensi eskalasi politik di Timur Tengah yang meluas dan mengganggu rantai pasok minyak, sehingga dapat meningkatkan ekspektasi kenaikan harga minyak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Gunung Semeru Erupsi dengan...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.